if i could tell you
Aku...
Menunggu mu di sudut ini sejak berbulan-bulan yang lalu, sejak kau meminta aku untuk melakukannya untuk mu.
Ikhlas dan dengan kesadaran penuh aku melakukannya untuk mu, untuk kita dan untuk setiap mimpi-mimpi yang kita rajut bersama.
Mungkin aku bodoh, membiarkan diriku bermimpi bersama mu.. menyembunyikan titik kesadaran ku pada pengharapan bahwa mimpi kita akan nyata pada saatnya.
Tapi aku melakukannya karena aku mengasihinya teramat sangat...
Aku...
Tersentak sesaat ketika kau hempaskan aku pada jurang kesakitan itu saat kau sadarkan aku sejenak dari mimpi kita ketika kau pulang.
Kepulangan mu pada kehidupan nyata mu, kepulangan mu dari mimpi-mimpi indah kita, kepulangan mu pada apa yang memang seharusnya kau lakukan..
Menyakitkan ku, Melukai ku, menghabisi ku, mengembalikan ku pada ruang kehidupan nyata ku.. bahwa aku hanya seseorang yang sedang bermimpi terlalu indah..
Dan perih ini membawa ku kembali pulang pada hari-hari pahit ku tanpa mu
tapi aku melakukannya karena aku menginginkannya teramat sangat..
Aku..
Hanya sesaat memakimu, mencacimu dalam amarah buta ku karena sekejap setelahnya maaf ku menghapus semua jejak kecewaku.
Dan aku kembali tenggelam dalam mimpi-mimpi yang kau tawarkan padaku dengan kesadaran penuh ku.
Lalu aku kembali tenggelam pada pengharapan bahwa kau memang sungguh-sungguh menginginkan aku dalam sisa hidup mu.
Membuat ku yakin bahwa kau akan melakukan apapun untuk bisa hidup bersama ku
Ya aku percaya kau akan melakukannya untuk ku, untuk kita... meski aku tau aku masih juga bermimpi...
Tapi aku melakukannya karena aku mencintainya teramat sangat...
Lalu...
bermalam-malam aku bersujud pada Tuhan kita, sekedar memohon kemurahan-Nya untuk menuntun ku pada sebuah kebenaran.
Karena aku tidak ingin menyeret mu pada jurang kekhilafan, aku hanya ingin yang terbaik bagi mu.
Dan aku meminta, "Tuhan.. jika memang kebersamaan kami adalah ridho-Mu maka buka kan jalan yang sedang diusahakannya, dan jika kehendak kami untuk menyatukan rasa kami pada ikatan yang sakral bukanlah kehendak yang Engkau ridhoi maka tutup kan jalan yang sedang diusahakannya.. Tolong berikan tanda yang nyata Tuhan karena aku sering bodoh memaknai tanda yang Kau berikan"
Lalu aku menunggu bermalam-malam untuk mendengar jawaban Tuhan kita
Masih terus aku berharap meski berulang kali kau kabar kan bahwa apa yang diusahakan hanya bertumpu pada semangat dan do'a karena kau yakin kau akan gagal, namun aku terus menunggu Tuhan menjawabnya meski aku gelisah..
Tapi aku melakukannya karena aku menyayangimu teramat sangat..
Dan hari ini..
Tuhan menjawabnya, meski aku masih pada kebimbangan apakah ini jawaban Tuhan atau kebetulan belaka...
Tuhan membuka jalan atas apa yang kau usahakan, memasukan mu pada dimensi yang kau dambakan..
Yang semestinya itu berarti Tuhan menginginkan kita bersatu jika memang ini jawaban atas sujud-sujud malam ku.
Namun aku meragu karena sepertinya kali ini kau juga ingin pulang pada kehidupan nyatamu..
Mungkin aku berprasangka, mungkin ini ketakukan tak beralasan ku, mungkin ini kegelisahan ku..
Tapi aku melakukannya karena aku merindukan mu teramat sangat...
Kasih..
Bila pun harus aku berhenti bermimpi, jika pun harus aku berhenti berharap, meski pun harus ku berhenti berdo'a untuk kita..
Aku tetap di sini.. pada diam ku, dalam hening ku.. dalam do'a-do'a panjang ku untuk kebahagiaan mu pada hidup nyata mu.
Meski harus aku terdiam dalam pedih panjang di sisa hidup ku, mengubur satu-persatu mimpi kita pada sang waktu.
Karena aku mengasihi mu, menginginkan mu, mencintai mu, merindukan mu, menyayangimu teramat sangat.
Dan butuh waktu sepanjang sisa umur hidup ku untuk melupakan mu....
