Showing posts with label Oret-Oretan. Show all posts
Showing posts with label Oret-Oretan. Show all posts

Sunday, July 25, 2010

Tidak Sedang Membela KD

Tadinya sih ga ingin banyak komentar tentang ibu yang satu ini, ga ingin juga nambah-nambahin statement yang bisa buat ibu ini tambah sering jadi topik pembicaraan.. tapi hari ini akhirnya tergelitik juga buat ikutan nulis, maafkan saya KD hehe...

Gini yah teman-teman yang saya cintai, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap apapun pendapat kalian tentang apa yang sedang bergulir belakangan ini antara KD sama RL, saya rasa kita ga adil kalo hanya menunjuk salah satu dari keduanya karena menurut hemat saya apa yang terjadi diantara mereka tidak dilakukan dengan solo kan, tapi DUO.

Yang terjadi saat ini semua mata tertuju pada KD dan menjadikannya bulan-bulanan dan seolah-olah KD lah biang keladi semua itu, semua kesalahan ditampukkan padanya tanpa mau sedikitpun membiarkan akal sehat kita bekerja.

Katakanlah KD SALAH , maka kesalahan itu tidak dilakukannya seorang diri tapi bersama-sama secara sadar ataupun tidak dengan Tn. RL yang terhormat dari negeri sebelah itu. iya bukan ??? Lalu kenapa kita, kalian hanya asyik menghujat KD tanpa mau peduli peran serta RL ? sebegitu sempitnya kah pemaknaan kalian terhadap arti sebuah pengkhianatan ?

Miris hati saya melihat berbondong-bondong ibu-ibu mengantri untuk menuliskan hujatan, makian dan sumpah serapah di wall Say No To KD, ya itu memang hak kalian sebagai sesama wanita untuk membela dan merasakan kegundahan dan kepedihan yang ibu Ata rasakan sebagai pihak yang "tertindas" dalam kasus ini. Tapi apakah kalian akan berbondong-bondong juga menjadi bagian dari sebuah komunitas Say No To RL ?

Saya mengerti dan sangat memahami apa yang membuat 85% perempuan dan ibu-ibu di negeri ini geram dan merasa perlu menjewer KD, saya juga merasakan hal yang sama sesungguhnya tapi saya ingin kita, kalian belajar memahami makna setiap fenomena tidak hanya dari satu sisi saja, dan KENAPA SELALU WANITA YANG DISALAHKAN ketika kasus-kasus seperti ini muncul ke permukaan ? tidak kah kalian pernah berpikir bahwa RL yang memulai skandal ini ? tidak kah pernah mengelebat dalam benak kalian bahwa RL yang bertindak sebagai eksekutor dan KD adalah korban ? sama seperti ibu Ata bukan tidak mungkin KD adalah korban seorang RL. seperti yang ibu Ata bilang, "saya yang dibohongi atau kamu yang dibohongi" atau KALIAN BERDUA yang dibohongi (kalau saya boleh menambahkan).

sekali lagi, katakanlah KD salah. Lantas apakah kita cukup berhak menghujatnya sedemikian rupa ? mengikuti jejak Tn. HS menghinakannya sedemikian rupa ? mengusik-ngusik kecantikannya dan menyamakannya dengan plastik, ember dan sejenisnya... apakah kita lebih baik dari seorang KD ? saya pribadi merasa tidak :)

Ketika video mirip LunMay-CT-A heboh dipergunjingkan, kenapa bisa para wanita bahu-membahu membela mereka ? sedangkan kita tau dengan baik bahwa apa yang mereka lakukan lebih hina dari sebuah kecupan antara KD-RL. dan bagaimanapun Poligami dibenarkan dalam islam dan TIDAK dengan poliandry, lalu mengapa kalian bisa merasa kasihan pada CT sedang tidak pada KD ?

Sekali lagi juga saya TIDAK SEDANG MEMBELA KD, saya hanya ingin berbagi apa yang ada di kepala dan hati saya. saya hanya merasa bahwa apa yang KD lakukan bukan sesuatu yang dia lakukan seorang diri tetapi bersama-sama dengan Tn. RL dan saya merasa bahwa kita akan adil jika menghakimi keduanya tidak hanya sebagian (jikapun kita pikir kita perlu dan pantas menghakimi).

Ketika suami kita atau pasangan kita berselingkuh atau membagi hatinya pada perempuan lain maka itu bukan berarti WILnya itu yang bersalah bukan ? itu berarti pasangan kita ikut andil di dalamnya atau bahkan kita juga menjadi salah satu elemen pemicu semua itu terjadi :)

Baiklah, sekarang saya siap didemo heuheuheu....

Wednesday, December 9, 2009

P O L I G A M I -JILID II

Mataku seringkali merabun, telingaku lebih sering lagi mendesing membaca dan mendengar ungkapan-ungkapan di sekitar yang entah apalah maksudnya. Mungkin untuk menyelamatkan kaumnya dari kutukan duniawi melalui cibiran komunitasnya yang berbasis peradaban, tetapi mereka lupa hukum Allah.

Buat apa pelihara kambingnya kalau bisa beli satenya ? hallooooooo..... bukankah akan lebih berharta jika memelihara kambing satu, dua, tiga atau empat daripada jajan sate eceran dipinggir jalan ataupun di resto paling mewah sekalipun ? kalau memang tidak mampu pelihara kambing yah tunggu sampe musim berqurban tiba kalau hanya sekedar ingin menyicipi sate-sate gratis *lho kok ? hehe... ini loh yang aku heran, banyak orang yang merasa lebih beradab dengan mengadopsi perumpamaan ini.. mereka berpikir dengan menikahi wanita-wanita yang dapat mereka sate itu adalah sebuah kerugian, duh gustiiiiii...... dimana keimanan kalian saudara-saudaraku ?

Kalau bisa naik busway buat apa pakai taksi? fyuh apapula ini ???!!! tidak kah kalian ingin terlihat berkelas dimata Tuhan dengan menumpang taksi silver bird yang akan mengantar kalian langsung ke tujuan daripada kalian menjadi penumpang busway yang harus berhenti di setiap halte hanya demi mengirit rupiah kalian ? apalah artinya pundi-pundi rupiah kalian yang menggembung bila kalian terlambat sampai di tujuan dan Tuhan keburu menutup pintu surganya. Akan lebih baik lagi kalo nyicil motor atau mobil aja biar ga perlu nyimpang-nyimpang atau berhenti di halte-halte, setuju ?

Lalu, ada satu lagi yang teranyar.. mobil saja garasinya cuma satu tapi bisa parkir dimana saja... wedew, itu duit parkirnya plus biaya vallet parking kalo ditabungin bisa buat beli mobil baru sama buat garasinya sekalian loh.. apalagi kalo pake bismillah, yakinlah Allah akan meridhoi niat baik kalian. Bukan kah akan lebih bergengsi dengan dua, tiga atau empat mobil lengkap dengan garasinya masing-masing daripada cuma punya satu mobil yang diparkir didepan rumah karena garasinya kebanjiran atau rusak pintunya hehe...

Inti dari semua perumpamaan-perumpamaan itu semuanya membuat saya miris. Bagaimana saudara-saudara saya seolah menutup mata dari ajaran Allah yang sudah jelas-jelas dibuat untuk menghindarkan mereka dari hal-hal merendahkan kaum perempuan seperti itu hanya demi menjaga nama baiknya pada tatanan sosialnya. Saya mengerti (walaupun dengan terpaksa) bahwa ada banyak aturan peradaban kehidupan manusia yang akan mengutuk para pelaku poligami sedemikian rupa sehingga mereka seolah-olah adalah sampah masyarakat, saya juga mengerti bahwa ada banyak hujatan bagi pelakunya apalagi untuk mereka yang melakukannya tanpa alasan atau dasar dan cara yang baik.

Mari kita belajar sedikit melihat dari sudut pandang kaum terhujat. Bukankah akan lebih baik jika mereka berpoligami dengan alasan yang kadang sulit diterima nalar kita daripada mereka bertualang dari satu halte ke halte lain, dari satu parkiran ke parkiran lainnya atau dari satu kedai sate ke kedai sate lainnya ? dan mari kita belajar memahami, bagaimana mereka melakukannya dengan cara yang kurang baik secara diam-diam dan menyelingkuhi.. itu karena ketakutan mereka terhadap hujatan yang akan dikoleksinya jika mereka melakukannya dengan cara yang baik dan benar tanpa bersembunyi-sembunyi.

Saya tidak sedang membela apalagi berusaha menggiring dan menyarankan untuk berpoligami, sekali lagi saya tegaskan TIDAK !!! saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya sebagai perempuan sangat merasa harga diri saya terhinakan ketika perumpamaan-perumpamaan sejenis sate, halte busway atau parkiran mobil itu diungkapkan.. mungkin bagi banyak pria, wanita tidak lebih dari objek seks yang bisa memuaskan mereka kapan saja mereka mau asalkan saku-saku mereka dipenuhi rupiah atau dolar hingga perumpamaan-perumpamaan tersebut menjadi sebuah ungkapan yang dapat dengan mudah mereka jadikan moto hidup sebagai manusia beradab.

Tidak kah kalian berpikir bagaimana jadinya jika sate-sate itu, halte-halte itu atau parkiran-parkiran itu adalah anak-anak perempuanmu yang kalian cintai ? atau adik-adik perempuan terkasihmu ? atau bahkan ibunda terhormatmu ? tidak kah kalian berpikir bahwa itu bukanlah tidak mungkin terjadi pada anak-anak, adik-adik atau ibunda kalian yang merupakan wanita-wanita yang berasal dari kelas terhormat ? karena menjadi sate, halte atau parkiran bukan hanya dapat terjadi pada wanita-wanita berprofesi PSK seperti Mbak Ayu, tapi itu bisa terjadi pada wanita mana saja dari kasta terhormat sekalipun.. karena terkadang kaum saya ini tidak dapat memilih pada pria seperti apa cintanya berlabuh.... jika cintanya berlabuh pada pria-pria beristri, maka pantaskah mereka dijadikan sate, halte atau parkiran ? sudikah tuan-tuan yang terhormat membiarkan ketidakmujuran itu terjadi pada anak-anak yang kalian cintai, adik-adik yang tuan kasihi atau ibunda-ibunda yang kita hormati ?

Marilah belajar menghargai wanita bukan hanya sebagai objek seksual, tapi tolong hargai mereka sebagai tiitipan Allah yang sudah wanti-wanti sekali Allah pesankan untuk tidak disakiti apalagi diperlakukan semena-mena, itu lah sebabnya ajaran poligami Allah tetapkan supaya para wanita dapat memperoleh perlindungan yang halal meskipun jumlah hawa melebihi tiga kali lipat adam. Boleh sependapat atau tidak dengan saya, tetapi kalau boleh saya memohon... berhentilah untuk menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang terdengar menyakitkan itu, karena kami bukan sate, halte ataupun parkiran.. jikapun kami bukan manusia, mungkin menjadi kambing, taksi atau garasi akan lebih beradab daripada sekedar menjadi sate, halte atau parkiran.

dan untuk saudari-saudariku seiman, tolong juga berhenti membenarkan bahkan menyarankan lelaki-lelaki di kehidupanmu untuk melakukan kelalaian dengan menyarankan mereka membeli sate daripada memelihara kambing ataupun perumpamaan-perumpamaan lainnya.. jikapun kalian tidak menginginkan dimadu, dipoligami atau diduakan atau apapun lah istilah kalian untuk "penghinaan" poligami terhadap kehormatan kalian, maka tidak juga kalian akan mendapatkan ridho Allah dengan menjadikan lelaki-lelaki di kehidupan kalian merasa benar menjadi penumpang busway, pelanggan kedai sate atau bermain-main di parkiran kotor.

maafkan untuk ketidakberkenanan sebagian pihak terhadap isi tulisan ini, saya hanya berusaha jujur tentang apa yang menjadi pemikiran saya..

Tuesday, December 1, 2009

Makasih, Mbak Untuk Malam Itu

Memilih menunggu di pojokan sebenarnya bukan tanpa alasan, aku ingin menikmati detik-detik terakhir keterdamparanku di kota ini dalam hening ditengah hiruk pikuk boarding room itu.

"Mau ke Bali atau Jakarta ?" tiba-tiba seseorang membuyarkan lamunanku.

"Denpasar" jawabku sambil kubonusi seulas senyum manis.
Wanita cantik, sexy, keren dan harum itu pun membalas dengan senyum yang tidak kalah manisnya.

"Ambil jurusan apa di UGM ?" Kali ini pertanyaannya membuat aku sedikit bingung. Rupanya perempuan itu mengira aku salah satu mahasiswa UGM, entah apa yg membuatnya mengira seperti itu karena buku bacaan yg kupegang pun tidak ada hubungannya sama sekali dengan dugaannya.. Aku pun menjelaskan bahwa aku bukanlah seorang mahasiswa apalagi dari universitas sebaik UGM hehehe..

"Mbak kerja? Kuliah?" Aku balik berbasa-basi

"Oiya kita belum kenalan yah, namaku Ayu.. profesiku pelacur" dia menjawab pertanyaanku seraya mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan.

Aku terperanjat demi mendengar salam perkenalannya, bagaimana bisa seorang wanita dengan lugas memperkenalkan dirinya sedemikian gamblangnya dengan menyebutkan pekerjaan melacurnya. Namun selanjutnya, celotehan mbak cantik itu membuat saya mengerti bagaimana dia bisa menjadi pribadi yang demikian terbuka dan sederhana. Mempesona.. dan menambah lagi pemahamanku tentang kehidupan.

Perempuan itu sempat mengelana pada berbagai kisah hidup yang mungkin tidak pernah dia inginkan sebelumnya. Pernikahannya yang gagal dan masa kecilnya sebagai anak broken home dijadikannya alasan untuk kegilaan-kegilaannya selanjutnya. Lalu keputusannya untuk melacur didorong kuat karena kekecewaanya sebagai istri simpanan dan berperan sebagai istri kedua pada sebuah fragmen poligami.

Pengakuannya, dia tidak tahan terus-menerus menjadi tempat pelarian dikala lelaki yang menjadi suaminya itu merasa jenuh di rumah, seperti menjadi halte pemberhentian busway ujarnya hahaha.. Aku jadi ingat lagi perumpamaan yang aku buat beberapa bulan yang lalu itu, nyaris sama.

"Saya bosan menunggu-nunggu giliran saya disambangi, saya juga lelah menahan perasaan selalu menjadi yang tersisihkan. Kalau saya butuh saya hanya bisa berharap saja tapi saya ga berani meminta suami saya pulang karena saya tau saya hanya istri kedua dan saya tidak berhak menuntut seperti istri pertamanya. Saya cape menahan perasaan, lebih baik saya melacur.. Bebas sesuka hati saya mau kemana atau bagaimana, tidak ada lagi yang bisa menyiksa perasaan saya. Toh sama-sama juga saya hanya dijadikan objek seks oleh lelaki-lelaki itu cuma bedanya sekarang tanpa ikatan perkawinan. Tapi sekarang hati saya merdeka, ga perlu sakit hati kalo suami saya salah manggil nama.. Ga perlu juga makan hati karena cemburu, saya juga ga perlu lagi merasa seperti maling yang mencuri suami orang... Bla.. Bla.. Bla..." masih super panjang lagi celotehannya malam itu, semuanya membuat aku melongo seperti kambing ompong yang aku siriki tadi pagi karena bisa berlebaran iedul adha bersama kambing-kambing lainnya sesama calon qurban dan tidak berlebaran sendirian seperti aku hehehe...

Yang terpenting dari semua pembicaraanku dengan mbak Ayu yang memang ayu itu adalah, aku harus lebih pandai lagi mensyukuri hidupku yang masih jauh lebih baik dari hidup yang dimiliki mbak Ayu. Dan meskipun uangnya berlimpah hasil dari pekerjaan melacurnya, ternyata dia tidak menemukan ketenangan batin apalagi dendamnya pada mantan-mantan suaminya membuat dia semakin melakoni hidup dengan penuh amarah dan dengki.

Lalu ada pesannya yang masih memenuhi gendang telingaku hingga kini, sebisa mungkin carilah suami yang lajang biar hidupmu ga perlu dibuat repot dengan urusan istri, mantan istri atau anak-anaknya. Aku pun merumas, bagaimana dengan nasib para duda, calon duda atau lelaki-lelaki yang berniat berpoligami yah kalau semua perempuan berpikiran seperti mbak Ayu hehehe...

Hmm.. Makasih banyak yah mbak, untuk semua yang sudah dibagi denganku malam itu.. Semoga Allah segera membukakan pintu hidayah-NYA untukmu, mengembalikan fitrahmu menjadi wanita sholehah dengan kehidupan yang jauh lebih baik dan berada lurus pada aturan-aturan Allah.. Amin ya rabbal allamin..

Rabb, perkenankan aku berdo'a untuk kebaikannya, karena aku yakin tidak ada satu perempuan pun yang menginginkan jalan hidup seperti jalan hidupnya...

-adisucipto, 271109-

Friday, November 20, 2009

Sekolah Batin

Saya masih ingat dengan baik ketika saya terpaksa menjadi murid di perguruan ini pada akhir ramadhan 3 tahun yang lalu, dan saya menjadi salah satu dari siswa mayoritas sedangkan sisanya tidak lebih dari 20% adalah siswa minoritas yang masuk ke perguruan ini dengan keinginannya sendiri tanpa paksaan siapapun.

Tahun pertama di sekolah ini saya lalui dengan sedikit kekacauan disana-sini. Selain proses adaptasi yang melelahkan, ketidaktahuan saya akan kehebatan setiap ujian akhir tahun membuat saya tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tersebut dengan baik dan benar. Hasilnya adalah keterpukulan mental yang hebat ketika pada ujian akhir tahun pertama yang saya ikuti pada ramadhan setahun setelahnya mengakibatkan saya dikenai hukuman gagal ujian dengan disitanya seluruh fasilitas sekolah yang saya gunakan selama ini. Sungguh menyakitkan membiarkan apa yang biasanya kita miliki (meskipun sesungguhnya hanya inventaris sekolah) diambil paksa dan tidak dapat kita nikmati lagi. Saya tidak berdaya dan tidak ada yang dapat saya lakukan untuk mempertahankan semua itu karena ini memang kesalahan saya sudah gagal menyelesaikan ujian pada tahun pertama.



Memasuki tahun kedua adalah masa dimana saya bebenah diri, belajar dari pengalaman tahun pertama maka saya mempersiapkan diri sejak hari pertama saya memasuki tahun kedua ini. Dengan fasilitas umum yang alakadarnya saya belajar mengikuti ritme baru kehidupan saya. Masih saya temui banyak hukuman-hukuman kecil dalam perjalanan tahun ini, dan semua karena saya memang lalai dan masih sering lupa-lupa untuk mengerjakan tugas harian atau bulanan saya. Tetapi pada ujian akhir tahun kedua ini saya layak bersyukur, meskipun tidak menjadi juara kelas tapi setidaknya saya berhak mendapatkan salah satu award yang disediakan. Alhamdulillah.. Hadiah yang cukup menarik dari pemilik perguruan ini yang merupakan salah satu award favorit bagi siswa-siswa disini, banyak yang rela menukarkan hadiah yang jauh lebih berharga demi bisa memiliki award ini. Dan setelah memperolehnya saya baru mengerti kenapa banyak sekali teman yang menginginkannya, nyatanya hadiah ini sangat menyenangkan dan membuat saya takjub. Membiarkan diri saya bertemu dan berinteraksi lebih jauh dengan belahan jiwa saya adalah suatu fase kehidupan yang membuat saya merasa lebih aman untuk melanjutkan kehidupan setelahnya, karena saya tau ada seseorang yang akan senantiasa menjaga dan melindungi saya meskipun terpisahkan jarak dan waktu bahkan dimensi kehidupan. Ya, hadiah yang saya peroleh adalah dipertemukan dengan belahan jiwa saya... What an amazing gifted... Maka walaupun tidak lulus sebagai salah satu siswa terbaik, cukuplah sudah hadiah ini membuat saya bersyukur berulang kali. Terima kasih pemilik sekolah untuk hadiah terindahnya.

Memasuki tahun ketiga, masih saya lalui dengan minim fasilitas seperti pada tahun kedua. Bahkan tahun ini lebih mengkhawatirkan karena fasilitas umum yang sudah alakadarnya itu tahun ini harus saya bagi dengan lebih banyak lagi siswa dikarenakan tambahan siswa baru yang jumlahnya lebih banyak dari angkatan saya awal bergabung dulu. Walhasil saya menjalani tahun ini dengan penuh kekurangan yang menyulitkan tetapi sekaligus mengajarkan saya tambahan kurikulum pada mata pelajaran sabar dan ikhlas.
Pada pertengahan tahun ini saya kecewa dan sedikit marah pada pengelola sekolah, hal ini dikarenakan saya tidak diberitahu sebelumnya bahwa hadiah yang saya peroleh pada ujian kemarin itu tidak mutlak dapat saya miliki selamanya. Ternyata ada rules yang harus terpenuhi untuk dapat memilikinya secara utuh dan mutlak, dan karena saya tidak pernah diberitahu sebelumnya maka saya pun tidak memenuhi beberapa prasyarat kepemilikan mutlak itu. Dan sayapun [lagi-lagi] harus memaksakan diri mengembalikan apa yang saya yakini sebagai milik saya pada kepala sekolah untuk diserahkan kepada pemilik perguruan ini. Saya kecewa dan terjerembab untuk kesekian kalinya, dan menangis diselingi kutukan sesekali menjadi makanan keseharian saya setelahnya sampai akhirnya pemilik sekolah mengingatkan saya pada suatu ketika. Beliau menggiring saya pada sebuah pemahaman bahwa apa yang tidak dapat saya miliki sekarang, pada suatu saat akan digantinya dengan sebuah kompensasi yang sebanding bahkan lebih sering jauh lebih baik dari yang bisa saya miliki sebelumnya. Maka sayapun belajar berhenti menangis dan mengumpat karena saya percaya janji pemilik perguruan ini, tidak ada alasan saya untuk tidak mempercayainya karena hanya Dia lah tempat saya menggantungkan hidup saya hingga tuntas.

Kini saya sedang deg-degan menunggu hasil ujian tahun ketiga yang baru saja saya lewati, tersisa sedikit lagi saja tugas yang masih harus saya selesaikan tapi itu tidak akan merubah banyak hasil ujian saya karena ujian-ujian dengan point penentu sudah saya laksanakan sebelumnya. Saya berharap ujian di tahun ketiga ini dapat memperoleh nilai baik meski bukan yang terbaik. Selain usaha maksimal yang sudah saya usahakan, diijinkannya saya untuk kembali berinteraksi dengan hadiah tahun lalu yang sempat disita adalah merupakan suntikan energy bagi saya dalam menjalankan ujian kali ini. Meskipun saya tidak dapat mengklaim hadiah itu sebagai milik saya, kehadirannya menemani saya melalui hari-hari sulit di sekolah ini sudahlah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya akan rasa aman dan tenang. Aman untuk tau ada yang akan selalu menjaga saya meski dari kejauhan, dan tenang untuk dapat selalu tau bahwa dia baik-baik saja.

Yah sekaranglah saatnya saya menunggu hasil ujian tahun ini, semoga saya bisa memperoleh nilai yang baik. Bukan untuk dapat menikmati award atau hadiah-hadiah yang akan diberikan, tetapi lebih dari cukup agar saya bisa melanjutkan belajar pada level berikutnya sehingga ujian tahun depan dapat saya laksanakan dengan lebih baik lagi. Wah.. Saya jadi kecanduan ujian sekarang, saya cuma ingin menyenangkan pemilik perguruan ini yang sudah bermurah hati mengijinkan saya menjadi salah satu murid perguruannya juga membahagiakan kepala sekolah saya yang sudah susah payah mengajari saya banyak hal.

Puji dan syukur saya persembahkan tanpa henti pada kepala sekolah batin ini junjunan kita Rassulullah SAW dan terutama pada pemilik perguruan batin ini, Allah SWT...
Semoga saya dapat senantiasa menjadi siswa yang dikasihi meski saya tidak pernah mampu untuk menjadi siswa terbaik yang bisa dibanggakan..
Amin ya rabbal allamin...



-Ramadhan 1430 H, akhir tahun ketiga menjadi siswa perguruan batin

Monday, November 9, 2009

Horay Sour Sally sampe di Denpasar

Akhirnyaaaaaaaa.... ga usah jauh-jauh ke Jakarta untuk menikmati ke-nyesannya hehehe... gpp deh kalo ini dianggap sebagai iklan gratisan, aku rela... ikhlas blogku mengiklankan gratisan ke-nyesan Sour sally...


Aku jatuh cinta pada suapan pertamaku, mochi-mochi di atas ice yoghurt itu buat aku adem dan ngerasa ini gw banget MySpace selain juga mungkin karena udah lama aku menyimpan kepenasaranku sampe akhirnya aku bisa benar-benar menikmatinya di sebuah mal di Jakarta beberapa bulan yang lalu itu.

Setelah pulang ke Denpasar sering banget aku terpaksa ngiler sambil ngayal di siang bolong ngebayangin sejuknya mulut sama tenggorokanku kalo sour sally itu masuk ke rongga-rongga mulutku, nyeeeesssss..... MySpace Dan sekarang mimpiku bukan sekedar khayalan lagi, Sour Sally udah sampe ke Denpasar dan aku akan jadi salah satu follower sejatinya hueheheh...


So, selamat tinggal ngiler dan ngacay.... Sour Sally is here...... yipiiieee..... MySpace

Tuesday, October 20, 2009

serba-serbi selama hiatus

Dua bulan lebih saya menyepi dari hiruk pikuk rumah ini, entah kenapa keinginan itu seperti menguap seiring dengan kedamaian yang saya peroleh di tempat lain... sesungguhnya banyak sekali yang ingin saya coretkan disini tapi semua hanya ingin dan akhirnya mengendap dan mungkin akan menjadi basi untuk ditulis disini sekarang, tapi sepertinya lebih baik basi daripada tidak sama sekali yah hehehhe....

Tiga minggu yang lalu tentu masih hangat dalam ingatan kita kontroversi yang cukup hebat tentang pengakuan pemenang puteri Indonesia akan keberaniannya melepaskan jilbabnya demi memaksimalkan penilaian para juri akan kecantikannya. Duh gusti, apalagi ini batin saya kala itu... betapa ngenesnya saya menyaksikan fenomena tersebut, betapa seorang anak manusia rela mengorbankan apa yang seharusnya dia perjuangkan. dikala wanita-wanita lain berbondong-bondong untuk menutupi auratnya demi menuju sebuah fase kehidupan yang jauh lebih baik lagi, bagaimana mungkin seseorang yang ingin menjadi seorang puteri kecantikan rela menggadaikan aqidahnya untuk sebuah pengakuan duniawi ? gusti Allah, ampuni saudara muslimah saya tersebut akan kekhilafannya... mungkin dia hanya sedang tergelapkan oleh kehendak iblis yang memabukan seperti juga aku sering tersilapkan oleh kenikmatan duniawi sesaat yang pada akhirnya selalu mengantarkan aku pada jurang penyesalan. maafkan saudariku seperti engkan selalu ikhlas memaafkan aku ya Rabb... semoga saja saudari saya tersebut segera menyadari betapa itu bukan hanya menyakiti saudara-saudara sebangsanya tetapi juga menyakiti Tuhannya. Meskipun beberapa hari yang lalu saya sempat melihat statementnya bahwa sesungguhnya dia tidak berjilbab sebelumnya, tetapi saya melihatnya hanya seperti sebuah pembelaan diri yang terlambat saya... sudahlah saudariku, nikmatilah apa yang menurutmu benar dan akan membahagiakanmu... pada akhirnya tentu Tuhan akan mengembalikanmu pada jalan yang benar... amin YRA...

Bencana gempa yang terjadi bersambungan belakangan ini memberikan saya sebuah pemahaman baru akan makna kehidupan, ada pesan Allah bahwasannya gejolak kehidupan akan selalu datang silih bergantian tanpa kita tau kapan dan bila... seperti juga musibah gempa yang tidak pernah kita tau dengan pasti kapan dan dimana akan terjadi... Rabb, maafkan kami yang lalai dan sering mengabaikan pesan-pesan nyata-Mu. Semoga ini bukan kemurkaan-Mu tanpa henti dan ampun, semoga Engkau akan segera memaafkan kecerobohan kami...

Nah dari ranah politik terpilihnya ketua MPR dan susunan kabinet Indonesia Bersatu jilid II dibawah kendali pak SBY juga membawa angin baru buat bangsa ini tentunya, dan saya memilih untuk mendoakan yang terbaik untuk komposisi baru ini daripada harus menghujat apa yang belum sempat mereka buktikan...

ok... sudah cukup rasanya untuk sore ini, semoga keinginan saya untuk mencorat-coret halaman ini tidak padam lagi setelah ihi.... amin....

Sunday, August 16, 2009

Dirgahayu RI

Rasa nasionalisme itu mendadak memenuhi rongga dada saya sesaat mendengar alunan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dalam perjalanan saya sore itu. Tiba-tiba juga saya merindukan upacara bendera yang biasa saya lakoni dengan ngedumel ketika masa-masa upacara bendera jadi santapan wajib saya di masa-masa sekolah, saya rasa hampir sebagian besar mengalami ngedumel terpaksa ikut upacara bendera kan hahahha...

Sore itu saya menyesal menyia-nyiakan kesempatan itu dengan ngedumel, karena nyatanya kini saya merindukannya. Saya rindu menjadi anggota pengibar sang saka merah putih, saya kangen mendengar lagu-lagu perjuangan dinyanyikan anggota paduan suara, saya juga kangen berbaris rapi dan tegap sebagai bagian dari sebuah upacara. argh... kehilangan itu memang selalu menyiksa setelah kita benar-benar kehilangan yah hehehehe... MySpace

Lalu saya segera mendoktrin Nabil untuk mencintai upacara bendera sesaat setelahnya, dan diluar perkiraan saya dia ternyata memang sangat mencintai upacara bendera hahahhaha.... MySpace
syukurlah buah yg buruk itu tidak jatuh di dekat pohonya MySpace

So, mulai saat ini saya berjanji akan memupuk nasionalisme Nabil, jangan sampe deh dia jadi seperti aku yang menyesal setelah kesempatan buat itu ga bisa lagi saya miliki.. Ayo bil, cintai negeri ini sekuat kamu mampu mencintainya MySpace

Tuesday, August 4, 2009

i luv u full mbah......

innalillahi wa inna illaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini seorang mbah fenomenal dengan gaya khas dan kesederhanaan yang tidak pernah ditanggalkan hingga akhir hayatnya...
selamat jalan Mbah Surip, semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan dan menerima semua amal ibadahmu... amin...


Di tengah maraknya beliau menghiasi berbagai media yang Maha Kuasa memanggilnya pulang,ada banyak hal yang menarik buat saya dari sosoknya selain keunikan dan kenyentrikannya.
Kisah dibalik kepulangannya menghadap sang Illahi seolah meninggalkan sebuah pesan tersirat.. kelelahannya dikerubuti banyak orang seperti yang diutarakannya kepada pelawak Mamiek seolah-olah membuka mata kita bahwa ketenaran yang banyak didambakan orang-orang bukanlah sesuatu yang membahagiakan bagi seorang mbah surip. kepulangannya dengan memilih kediaman Mamiek sebagai tempat terakhir yang disinggahinya seolah menyiratkan bahwa disitulah beliau sering menemukan ketenangan dan kedamaian, hingga di tempat itu jualah beliau berniat mengistirahatkan keletihan jiwanya yang ternyata berakhir benar-benar tanpa berlanjut lagi karena kehendak Allah tentunya....

Lalu saya berpikir, dimanakah kelak saya akan menghembuskan nafas terakhir saya ? semoga pada tempat yang baik dan pada waktu yang juga baik, amin ya rabbal allamin...

well, bagaimanapun saya yakin mbah surip pulang dengan tenang. setidaknya harapan dan cita-citanya untuk menjadi seniman sejati sudah terwujud bahkan meninggalkan warisan yang tek ternilai bagi istri, anak-anak dan cucu-cucunya,,, semoga barokah...

selamat jalan mbah, i luv u fuuuuuuullll......

Thursday, July 23, 2009

Maapkeun saya [Oom/mas/pak] Roy Suryo

Pagi ini secara resmi saya mo minta maaf yang sebesar-besarnya sama mas Roy [suryo] untuk kesalahan saya selama ini yang sudah meng-under estimate kan beliau, bahkan dalam sebuah postingan beberapa waktu lalu saya pernah [seolah-olah] mengecilkan "arti" beliau hanya karena ketidakmengenalan saya secara baik terhadap profile beliau.. Maafkan saya..

Pagi ini sambil menikmati segelas chococinno + sebuah chesse baked potato sebagai sarapan, saya menyaksikan, menyimak dan memperhatikan statement + "isinya" dan setiap geriknya secara seksama @tv one.

Maka saya menyimpulkan bahwa saya salah menilainya selama ini, karena ternyata beliau jauh lebih berisi dari yang saya kira sebelumnya, beliau juga memiliki kedalaman & kekuatan ilmu yang memang pantas untuk mentasbihkanya sebagai [salah satu] ahli telematika.

Apa yang saya tuduhkan selama ini akibat kenarsisannya sepertinya karena pola pikir saya yang terkontaminasi penggiringan media atas sebuah kasus.

Seperti yang kita tau seringkali media melakukan editing dan penyuntingan berita yang bisa membuat persepsi yang jauh melenceng dari substansi yang sebenarnya.

Kali ini saya juga tidak bermaksud menyalahkan media karena ini semata-mata adalah karena kekurangan saya dalam mencerna berita yang tersampaikan media pada saya.

Baiklah.. pagi ini dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun juga saya mohon dimaafkan atas kekeliruan saya selama ini, juga untuk kecerobohan dan keangkuhan saya yang telah menilai orang lain dengan salah dan tanpa pendalaman secara indivual.. yang sesungguhnya meskipun saya mengenalnya dengan amat sangat baik, bukan kapasitas saya untuk menilai orang lain terlebih lagi menghakiminya..

Maafkan saya mas Roy, semoga berkenan memaafkan saya yang bodoh ini.. many thanks for tv one, untuk menyadarkan saya pagi ini..

Saturday, July 11, 2009

Berhenti mengeluh

Sudah lama sekali sejak seseorang mengajarkan aku untuk BERHENTI MENGELUH..

awalnya aku merasa himbauan itu karena keengganannya untuk mendengarkan keluh kesah yang seringkali aku alamatkan pada telinga dan waktunya karena memang hanya padanya ada kenyamanan tak berbatas ketika berkesah MySpace
perlahan tapi pasti aku akhirnya mengerti bahwa penilaianku salah besar MySpace.
Keinginannya agar aku berhenti mengeluh semata-mata untuk membuat aku lebih bisa bersyukur atas apa yang sudah dianugerahkan oleh Allah pada hidup yg begitu indah ini meski tidak selalu damai menjadi tema utama pada kehidupanku, tetapi apa yang sudah ternikmati adalah jauh lebih baik melebihi kesulitan-kesulitan lain yang ada pada kehidupan kurang beruntung lainnya..
yups, aku mengerti kenapa aku harus belajar berhenti mengeluh dan belajar untuk lebih banyak mensyukuri apa yang sudah Allah anugerahkan MySpace

kemengertianku beberapa bulan yang lalu itu semakin menguat ketika kemarin aku mendapati seorang sahabat yang hampir tidak pernah berhenti mengeluh akan hidup sulit dan rumit yang sedang dianugerahkan Tuhan padanya saat ini, padahal dia lupa betapa berlimpah kebaikan yang sudah Allah anugerahkan padanya sebelum hari-hari sulit ini MySpace betapa keindahan pada masa lalunya itu masih banyak membekas meski pada hidup rumitnya saat ini, tidak kah dia ingat bahwa kehidupan akan berputar seperti roda pedati ? lupa kah dia bahwa akan ada masanya hidup berada pada titik terburuk pada hidup kita setelah atau sesaat sebelum kebaikan menghampiri kita ? Sahabat, lihat sekitarmu.. betapa hidupmu masih jauh lebih beruntung dari ratusan juta lainnya...

Lalu aku beberapa kali berusaha mengingatkannya akan keluhannya yang seringkali membuatnya terlihat lemah dan lupa bersyukur, padahal apa yang diakuinya sebagai penderitaan sesungguhnya hanya salah satu akibat dari keengganannya berpaling dari "hidup nyamannya".. keengganannya untuk meninggalkan tempat hidup nyamannya di sebuah kota yang memang terkenal dengan kesejukannya (tapi itu dulu karena kurasa sekarang tidak sebegitunya lagi).

hmm... mungkin aku memang termasuk individu yang tidak terlalu terpaku pada kenangan atau bahkan ketakutan akan masa depan, aku tidak segan-segan untuk meninggalkan tempat hidupku untuk memulai hidup pada "rumah" yang baru jika aku rasa rumah baru itu akan memberikan aku kedamaian yang lebih baik bagi kelangsungan hidupku selanjutnya. Maka aku menjadi tidak habis pikir akan keengganannya meninggalkan "rumah" nyamannya yang jelas-jelas menyeretnya pada sebuah kawah kesulitan yang mungkin akan mempengaruhi kelangsungan hidupnya kedepan.. MySpace

Ahk sudahlah, mungkin memang aku yang kurang bisa mengerti jalan pikirnya, mungkin memang hanya karena aku yang tidak bisa menjadi sahabat yang baik untuk bisa mengerti cara yang baik menurutnya.
Aku hanya berharap dia akan menemukan hidup indahnya kembali bagaimana pun caranya menjalani kesulitan ini MySpace

Yang terpenting bagiku sekarang adalah berterima kasih pada seseorang yang sangat berarti dalam mengajarkan aku berhenti mengeluh untuk brsyukur... MySpace

Thank u mas MySpace

Friday, July 10, 2009

Mentari dan Rembulan

Dua benda langit yang tidak pernah selesai saya nikmati indahnya, seperti saya tidak pernah berhenti bersyukur dianugerahi dua bola mata yang sehat untuk dapat menikmati banyak sunset dan purnama.

Sunset..
Saya selalu menikmati jingganya yang semarak ketika senja mengembalikannya pada sang malam, seperti kedamaian yang mengembalikan saya dari keletihan.. Menghilangnya dibalik batas air laut seperti mengantarkan lelah pada peraduan..

Purnama..
Malam bulan purnama adalah malam yg selalu saya nanyi-nantikan, rembulan dengan sinar yang sempurna pada bulatnya adalah keelokan maha dahsyat yang menggelayut indah pada langit gelap tak bertiang..

Sunset dan purnama, ketika kedamaian jiwa selalu saya temukan ketika menikmatinya..
Kedua fenomena alam tersebut biasanya saya nikmati pada saat yang tidak bersamaan, tentu saja sunset pada akhir siang dan purnama pada malam hari ketika rembulan memulai tugasnya.

Tetapi tidak pada hari itu, suatu senja pada hari ketujuh di bulan Juli beberapa hari yang lalu.. Keduanya saya nikmati pada saat yang bersamaan meski pada ufuk yang berbeda, sunset di ufuk barat ketika saya tertegun pula menyaksikan rembulan yang sudah penuh meski belum sempurna pada langit timur..

Masya Allah, saya tertegun takjub menyaksikan kebesaran Allah yg Maha Agung pada fenomena tidak lazim tersebut.. Mungkin karena baru kali itu saya pertama kali menemukan moment seperti senja pada hari ketujuh di bulan juli itu maka saya merasa menikmati sebuah ketidak laziman meski mungkin sebenarnya sebuah fenomena alam yg biasa saja bagi yang sering menyaksikannya..

Gusti Allah, betapa Engkau menciptakan senja yang begitu indah bagi kedua bola mataku meski menyisakan tanya dan pikir pada benakku akan sebuah pertanda tentang sebuah akhir jaman.. Senja itu begitu indah dengan sunset dan purnama terang..

Thanks God, for sunset on a full moon... MySpace

Friday, July 3, 2009

Rarungsing

Tiap orang punya cara yang berbeda untuk meredakan kerungsingannya masing-masing [rungsing = gelisah dalam bahasa sunda]

Begitu juga dengan aku, hampir selalu ketika kerungsingan mengganggu aku meredakannya dengan pergi sendirian tanpa tujuan yg pasti MySpace
Berputar-putar keliling kota adalah cara yang paling sering kulakukan, atau kadang setelah lelah berputar-putar tanpa arah aku memarkirkan kendaraan di suatu tempat yang menenangkan seperti taman, pantai atau sejenisnya. Di tempat-tempat itu aku bisa berjam-jam berdiam di dalam kendaraan untuk sekedar mendengarkan radio atau mp3 MySpace atau sesekali aku turun sekedar berjalan-jalan untuk menghirup udara segar lalu mengistirahatkan kerungsinganku dengan duduk merenung.. MySpace

Biasanya setelah ritual-ritual seperti itu kegelisahanku akan sedikit reda atau bahkan habis sama sekali, setidaknya cara seperti itu selalu berhasil mengurangi beban di hati dan otakku. Mungkin caraku sedikit aneh seperti beberapa orang teman dan sahabat menilainya, tapi itulah cara terbaik untukku daripada aku harus manyun dan uring-uringan di rumah.. Kasian orang rumah kalo gitu bisa ikutan rungsing juga hehe..

Well.. Setiap orang pasti juga punya cara masing-masing untuk meredakan kegelisahannya, meskipun ada yang kelihatan aneh buat orang lain tapi itu sah-sah aja kok.. Lawong gelisahnya punya kita yang lain cuma nonton hehe..

So, gimana cara kalian meredakan gelisah ? Apa yg kalian lakukan ketika sedang rarungsing ?

Saturday, June 27, 2009

The other side of Bali

Memasuki bulan keenam aku menetap di pulau Bali, hari ini aku menemukan sisi lain dari pulau ini yang membuat aku tersadar bahwa masih banyak bagian lain yang belum aku tau dari pulau indah ini.

Pagi ini setelah menjemput seorang teman di Ngurah rai aku melanjutkan perjalanan menuju Jimbaran untuk memenuhi permintaan teman lainnya memesan sebuah villa di sebuah resort di sekitaran Jimbaran (Karma dan four season yg menjadi pilihannya. Karena kendaraan roda $ baru saja dipinjam seorang teman yg sebelumnya kujemput di bandara, maka aku melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan roda dua adikku..

Sesampainya di sekitaran Four season, aku mendapati beberapa bagian yang ternyata luas sekali hingga memaksa kami untuk nyasar ke Four season Residence dan bagian-bagian lainnya heheheh... MySpacePara satpam yg menjaga wilayah-wilayah privat itu sangat ramah meskipun aku tau kalau mereka sedikit kebingungan dengan tujuan kami memasuki wilayahnya (ini terlihat dari cara mereka melihat motor yg kami tumpangi juga penampilan kami dari atas sampe bawah berulangkali) hahahha.... MySpace
pasti bapak-bapak itu kebingungan buat apa kami datang kesana hihihi.... MySpace

Akhirnya setelah bersusah payah kami berhasil menemukan Four season resort yang dimaksud temanku itu, walaupun kami harus masuk lewat pintu belakang karena hanya di belakang lah tersedia parkiran buat kendaraan roda dua hihihi.... lagi-lagi aku cengengesan ngebayanginnya.. Sesampainya di lobby setelah berjalan kaki cukup jauh akhirnya aku mengerti kenapa satpam-satpam tadi memandangi kami sebegitunya... Resort ini sangat privat dengan pemandangan yg sangat indah dengan pantai Jimbaran sebagai salah satu viewnyaMySpace Resort ini juga memiliki penjagaan keamanan yg sangat baik, maka tak salah jika kami harus meninggalkan id kami di pintu masuk tadi.. dan yang terpenting untuk bisa menginap di salah satu villanya rate yang termurah adalah $US 780, fantastis kan heheheh....
Hmm... kami terbiasa memesankan kamar buat teman-teman kami di hotel yang masih berkisar di harga 200rb - 2 juta rupiah saja permalamnya, itu kenapa aku terbengong-bengong dengan pengalaman baru ini.. apalagi mereka bukan hanya menginap satu atau dua hari tetapi satu minggu ck ck ck... MySpaceYah inilah pengalaman baruku hari ini yang sangat menyenangkan, bisa menyaksikan sebuah kemewahan yang indah dengan gratis walaupun harus ditahan KTP sama diliatin terus-terusan kayak buronan hihihi...

well, Bali memang pulau dengan sejuta pesona... dan ternyata masih banyak bagian-bagiannya yang belum kujamah atau mungkin tidak akan pernah bisa kujamah karena keterbatasanku. Tapi syukur ku diberi kesempatan menikmati keeksotisan pulau ini dalam penggalan hidupku, dan sepertinya aku kerasan menjadi warga negara Bali heheheh.... MySpace

Friday, June 26, 2009

Selamat jalan Jacko...

Pagi ini berduka, meski hanya karena kepergian seorang Jacko yang banyak dihujat tapi juga dicintai banyak penggemarnya.. dan saya salah satunya..

Melalui CNN, berita kematian King of pop ini disinyalir diakibatkan serangan jantung yang tidak sempat tertolong karena ketika paramedis tiba di kerajaannya raja pop itu sudah tidak bernafas lagi..

Poor Jacko..
Hidupnya lebih banyak diisi dengan kesendirian dan kesepian, bahkan saat ajal menjemput pun dia hanya ditemani kesendiriannya.. Ironis sekali, seorang diva yg memiliki banyak fans yg mencintainya harus menghabiskan hari-harinya dalam kesendirian..

Satu hal yang selalu membuat saya mencintainya, bahwa dia mengajarkan saya untuk menghargai masa kanak-kanak.. Dengan caranya, saya belajar untuk memberikan yg terbaik buat masa kecil Nabil dan juga anak-anak lain yg ada dalam kehidupan saya sampe ngebela-belain ikutan program sekolah buat orang tua bertajuk PSPA dari Auladi.
Bahkan karena itu pula saya gemar sekali mengingatkan teman-teman saya untuk memberikan masa kecil terbaik untuk anak-anak mereka juga anak-anak di sekitar kehidupan mereka, karena hanya kita sebagai orang dewasa yg bisa make a better place buat anak-anak kita..
Dengan masa kecil yg indah semoga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, sehat jiwa raganya, dan memiliki kesempurnaan akal.. Amien..

Mari belajar dari Jacko bahwa masa kecil yg tidak membahagiakan akan membuat seorang raja pop dengan harta berlimpah sekalipun tidak pernah merasakan kebahagiaan hakiki yang sesungguhnya..

Selamat jalan kang Jacko, semoga damai bersamamu.. Dan jika kemuslimanmu sudah terpenuhi seperti mimpi terbaikmu untuk menjadi seorang muslim, semoga Allah menerima iman islammu..

Saturday, June 20, 2009

Sore...

Sebulan lebih aku mengistirahatkan halaman-halaman blog ini dari ocehan yang kutitipkan pada tarian jemari.. sekedar mengendapkan kelebatan-kelebatan seseorang yang pernah menjadi salah satu nyawa blog ini, bukan untuk melupakannya hanya ingin menetralkan rasa biar bisa lebih enak ke depannya tanpa beban ketika harus bercengkerama disini tanpa satu nyawa....

hmm.. sore ini menyenangkan, bisa kembali menarikan jemariku pada keyboard PC ini. Menenggelamkan rasa pada kedalaman kata, menitipkan rindu pada keindahan bait... saat-saat damai yang selalu kudapatkan ketika bermain-main pada halaman-halaman ini.

Beberapa rumah sahabat sempat kusambangi meskipun hanya beberapa saja karena keterbatasan waktu, besok-besok jalan-jalannya lebih lama lagi deh biar bisa ngobatin kangen sama sahabat-sahabat yang lain..

Duh, semoga setelah sore ini ga akan ada lagi yang menghalangi langkahku menulis disini..semoga semua akan kembali seperti sedia kala lagi amin...

Selamat sore...

Sunday, May 31, 2009

Terima kasih Manohara sudah pulang

Tersentak saya menonton sebuah siaran langsung @Global TV yang menanyangkan kepulangan Manohara odelia pinot. Bila pada tulisan saya sebelumnya tentang Mano sedikit bernada sinis menanggapi sikap ibunda Mano, kali ini saya ingin bilang.. Selamat datang Mano, semoga kepulanganmu akan membawa kebahagiaan bagi bunda, kakak dan kami semua sebagai Warga Negara Indonesia yang mengkhawatirkan nasibmu di negri Malingsia hehe..



*nanti lanjut lagi yah, sekarang mo lanjutin nonton dulu..

Tuesday, May 26, 2009

Mulut usil bikin parno

Tau kan kalo cewe-cewe (usil) lagi pada ngumpul, pasti ga ada yg luput dari keusilan mereka.. Mulai dari dandanan orang-orang yg lewat, gerak-gerik sekitar mereka bahkan sampe diri mereka sendiri pun mereka usilin hehe..



Ini semua berdasarkan pengalaman pribadi ku kalo lagi ngumpul sama komunitas usil ku :D biasanya setiap hal bisa jadi bahan buat mulut usil kita berekspresi hahaha..



Beberapa hari yang lalu waktu nganter sepupu yang sedang liburan nengok patung Whisnu di GWK, kami terjebak (lagi) obrolan usil yang korbannya orang-orang yang ada di sekitar kami.



Selain para turis negro yang buat kami terbengong-bengong dengan ke-pd an mereka berbusana, ada juga keluarga berkebangsaan Eropa yang cekikikan bareng-bareng kami waktu salah satu anak lelaki mereka dikerubuti abg cewe dari Surabaya buat photo bareng mereka satu-persatu hahaha.. Ngantri-ngantri deh tuh mereka ck.. ck.. ck.. Nah korban keusilan terakhir kami adalah pasangan yg menurut naluri keusilan kami adalah pasangan yg kurang seimbang hehehe.. Parah deh pokoknya pembahasan kami dengan korban terakhir itu, sampe ga tega ngingetnya lagi :p



Nah sepanjang perjalanan pulang aku merenung, betapa keusilan kami itu hanya menambah panjang daftar dosa kami yah.. Aku juga jadi parno kalo suatu saat aku ada di posisi orang-orang yg biasa kami jadikan objek usil itu, pasti ga enak banget kan kalau penampilan, gerak-gerik bahkan fisik kita dijadikan bahan usil orang lain.. Belum tentu juga kita lebih baik dari mereka yg kita usilin itu..



Hmm.. Aku jadi ngeri lagi buat usil, takut ahk.. Nanti gimana kalo aku yang jadi objek usil kelompok usil lainnya ? Dan aku yakin pasti pernah ada yang mengusili penampilan, gerak-gerik bahkan fisik ku yang jauh dari sempurna ini.



p.s. buat semua pihak yang pernah aku usilin baik yang sadar aku usilin ataupun yang ga sadar, aku mohon dimaafkan dengan tulus yah.. Maapkeun, ga lagi-lagi deh hehehe..

Thursday, May 14, 2009

Sang waktu

~Andai bisa kau putar waktu, ke masa manakah akan kau minta waktu membawa mu~

Aku akan meminta waktu membawa ku ke masa lima tahun di masa depan atau sebelas tahun ke masa lalu..

Lima tahun ke depan tentu akan ada yg berubah dengan hidup ku, entah menjadi lebih baik atau semakin memburuk. Tapi aku ingin ada di masa itu untuk sesuatu yang jauh lebih baik dari masa ini, amin.. Aku ingin tau, di pelabuhan mana kah Tuhan melabuhkan kapal cinta ku dan pada alam manakah Tuhan menitipkan ragaku. Aku juga ingin tau, dengan cara apa Tuhan menuntaskan jerat-jerat kesulitan menjadi damai yang menenangkan. Aku percaya akan ada kebaikan pada lima tahun setelah masa ini..

Di sebelas tahun pada masa lalu, ada satu hal yang sangat ingin aku perbaiki yang ku harap dapat memperbaiki kehidupan ku setelahnya. Merencanakan masa depan dengan baik dan benar, yup.. Itulah kesalahan terbesar pada masa lalu yang akhirnya menhanyutkan aku pada sungai kehidupan yang menyakitkan, aku membiarkan hidup mengalir seperti air tanpa pernah merencanakan di muara mana akan aku hentikan alirannya.

Yah.. Itu lah masa yg akan kusambangi andai bisa kuputar waktu.
Bagaimana dengan anda ? Ada kah sebuah masa yang ingin anda singgahi ? Seandainya bisa memutar waktu..

Monday, May 4, 2009

I do my best

Aku sudah berusaha sekuat tenaga ku, semampu yg aku sanggup.. Aku sudah nekad mempermalukan diri ku sendiri untuk memperoleh pekerjaan di perkumpulan wanita-wanita hebat itu tadi pagi. Tapi apa mau dikata ? Keterbatasan conversation english ku memang ga bisa ditolerir untuk pekerjaan itu, mereka kumpulan wanita-wanita pengusaha yang sebagian besar adalah WNA.



Ada 3 session yg dimulai dari pukul 9. 45 - 12. 30 WITA. Pertama interview with their Vice President, Mrs. MV.. She's a nice woman.. Beliau mau mengerti kalo cuma otak, telinga dan tangan ku aja yg bisa diajak berkomunikasi dalam bahasa inggris, tidak mulut ku :D dan beliau mau menghargai usahaku menjawab pertanyaan2nya dengan bahasa ibu ku :) i can understand your questions Mrs. VG, but i can't answer your questions in english.. Huehehehe... Tuh kan belepotan bahasa inggris ku *malu mode : ON*

Second session with MRS. G, bule yg satu ini lebih to the point dan tanpa basa-basi. Walaupun ga bisa (atau mungkin ga mau) berbicara dalam bahasa Indonesia, tapi beliau mau dengan sabar menunggu aku menjawab satu demi satu pertanyaannya yg harus aku rangkai dengan susah payah hehehe..<

Last session yg paling dahsyat, diserang 2 orang bule + 1 orang pribumi. Kedua orang bule ini fasih berbahasa Indonesia dan amat sangat ramah, tapi tidak dengan wanita pengusaha pribumi itu.. Kefasihannya berbicara dalam bahasa inggris seolah-olah menjadi senjata untuk memojokan dan mempermalukan aku di hadapan rekan-rekan bulenya. Duh ibu cantik.. gpp kok kalo memang ga berkenan mempekerjakan saya, tapi harga diri saya ga perlu diobrak-abrik juga donk.. Udah ga diterima dihina-hina pula, poor i am wakakakak..

Jadi kesimpulannya interview hari ini gatot alias gagal total gara-gara mulut ku nge-hang kalo disuruh ngomong english *fyuh*.. Kenapa siyh ga bisa diajak kompromi niyh mulut ? Padahal otak ku udah gemes meluncurkan kalimat-kalimat dahsyat buat mempermalukan balik pribumi arogan tadi.. Tanganku juga gatel buat ngirim surat cinta buat ibu cantik angkuh tadi, in english tentunya.. Ahk tapi buat apa ? Percuma juga paling disangka minta dibuatin sama orang lain hihihi...

Yah belum rejeki ku aja kali.. yang penting aku sudah berusaha yang terbaik, i do my best..

Wednesday, April 29, 2009

Cita-cita

Kalau bercita-cita jadi dokter atau jadi selebritis siyh itu udah biasa, 99% manusia pasti bercita-cita memiliki pekerjaan yang baik dan menghasilkan pendapatan yang baik pula.

Dari hasil ngobrol ngalor-ngidul sama banyak orang selama puluhan tahun jadi penghuni bumi (berlebihan bgt yah bahasanya hehehe...) ada beberapa cita-cita yg lain dari cita-cita orang kebanyakan, beberapa diantaranya malah nyeleneh..

Adik perempuan ku yang paling kecil, si pangais bungsu sejak SD selalu menjawab ibu rumah tangga sebagai cita-citanya. Bahkan dengan bangganya dia menuliskan serba-serbi keinginan mulianya itu ketika diberi tugas mengarang pada pelajaran Bahasa Indonesia ketika dia duduk di bangku SMP. Hingga detik ini pun cita-citanya itu masih tetap sama dan tidak pernah berubah meski dia sudah menikah dan berumur lebih dari 20thn. Wow.. Semoga cita-cita itu akan tetap dia pegang teguh.. Good girl :)

Cita-cita menjadi tukang minyak di Perancis menjadi salah satu pilihan adik ku yang lainnya ketika dia pikir kepergian salah satu sepupu ku untuk bekerja di sebuah perusahaan minyak di Paris itu adalah berjualan minyak keliling hehehe.. Dia pikir di negara semaju itu ada tukang minyak tanah keliling yg berteriak-teriak sepanjang hari.. Oil.. Oil.. Hahaha...

Aku juga pernah mendengar cita-cita yg dilatar belakangi alasan yang unik, ingin menjadi supir taksi supaya ga perlu terlalu rajin belajar karena ga perlu cerdas untuk meraih cita-cita itu.. Eits, siapa bilang jadi supir taksi ga perlu cerdas ? Ga ada satu pekerjaan pun yg ga perlu harus cerdas loh, setiap pekerjaan memerlukan kecerdasan yang berbeda kan :)

Nah kalau Nabil sekarang sedang bercita-cita ingin menjadi pembuat film animasi terbaik di Indonesia hehe.. Itu cita-citanya yang kesekian setelah sebelumnya ingin menjadi dokter, guru, koki, agen detektif dan ilmuwan.. Turunan bundanya niyh keseringan ganti cita-cita :p
So.. Apa cita-cita mu ? Sudah terwujud kah ? Atau masih diperjuangkan ? Good luck everyone *smile*


Get a playlist! Standalone player Get Ringtones

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP