Tuesday, December 1, 2009

Makasih, Mbak Untuk Malam Itu

Memilih menunggu di pojokan sebenarnya bukan tanpa alasan, aku ingin menikmati detik-detik terakhir keterdamparanku di kota ini dalam hening ditengah hiruk pikuk boarding room itu.

"Mau ke Bali atau Jakarta ?" tiba-tiba seseorang membuyarkan lamunanku.

"Denpasar" jawabku sambil kubonusi seulas senyum manis.
Wanita cantik, sexy, keren dan harum itu pun membalas dengan senyum yang tidak kalah manisnya.

"Ambil jurusan apa di UGM ?" Kali ini pertanyaannya membuat aku sedikit bingung. Rupanya perempuan itu mengira aku salah satu mahasiswa UGM, entah apa yg membuatnya mengira seperti itu karena buku bacaan yg kupegang pun tidak ada hubungannya sama sekali dengan dugaannya.. Aku pun menjelaskan bahwa aku bukanlah seorang mahasiswa apalagi dari universitas sebaik UGM hehehe..

"Mbak kerja? Kuliah?" Aku balik berbasa-basi

"Oiya kita belum kenalan yah, namaku Ayu.. profesiku pelacur" dia menjawab pertanyaanku seraya mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan.

Aku terperanjat demi mendengar salam perkenalannya, bagaimana bisa seorang wanita dengan lugas memperkenalkan dirinya sedemikian gamblangnya dengan menyebutkan pekerjaan melacurnya. Namun selanjutnya, celotehan mbak cantik itu membuat saya mengerti bagaimana dia bisa menjadi pribadi yang demikian terbuka dan sederhana. Mempesona.. dan menambah lagi pemahamanku tentang kehidupan.

Perempuan itu sempat mengelana pada berbagai kisah hidup yang mungkin tidak pernah dia inginkan sebelumnya. Pernikahannya yang gagal dan masa kecilnya sebagai anak broken home dijadikannya alasan untuk kegilaan-kegilaannya selanjutnya. Lalu keputusannya untuk melacur didorong kuat karena kekecewaanya sebagai istri simpanan dan berperan sebagai istri kedua pada sebuah fragmen poligami.

Pengakuannya, dia tidak tahan terus-menerus menjadi tempat pelarian dikala lelaki yang menjadi suaminya itu merasa jenuh di rumah, seperti menjadi halte pemberhentian busway ujarnya hahaha.. Aku jadi ingat lagi perumpamaan yang aku buat beberapa bulan yang lalu itu, nyaris sama.

"Saya bosan menunggu-nunggu giliran saya disambangi, saya juga lelah menahan perasaan selalu menjadi yang tersisihkan. Kalau saya butuh saya hanya bisa berharap saja tapi saya ga berani meminta suami saya pulang karena saya tau saya hanya istri kedua dan saya tidak berhak menuntut seperti istri pertamanya. Saya cape menahan perasaan, lebih baik saya melacur.. Bebas sesuka hati saya mau kemana atau bagaimana, tidak ada lagi yang bisa menyiksa perasaan saya. Toh sama-sama juga saya hanya dijadikan objek seks oleh lelaki-lelaki itu cuma bedanya sekarang tanpa ikatan perkawinan. Tapi sekarang hati saya merdeka, ga perlu sakit hati kalo suami saya salah manggil nama.. Ga perlu juga makan hati karena cemburu, saya juga ga perlu lagi merasa seperti maling yang mencuri suami orang... Bla.. Bla.. Bla..." masih super panjang lagi celotehannya malam itu, semuanya membuat aku melongo seperti kambing ompong yang aku siriki tadi pagi karena bisa berlebaran iedul adha bersama kambing-kambing lainnya sesama calon qurban dan tidak berlebaran sendirian seperti aku hehehe...

Yang terpenting dari semua pembicaraanku dengan mbak Ayu yang memang ayu itu adalah, aku harus lebih pandai lagi mensyukuri hidupku yang masih jauh lebih baik dari hidup yang dimiliki mbak Ayu. Dan meskipun uangnya berlimpah hasil dari pekerjaan melacurnya, ternyata dia tidak menemukan ketenangan batin apalagi dendamnya pada mantan-mantan suaminya membuat dia semakin melakoni hidup dengan penuh amarah dan dengki.

Lalu ada pesannya yang masih memenuhi gendang telingaku hingga kini, sebisa mungkin carilah suami yang lajang biar hidupmu ga perlu dibuat repot dengan urusan istri, mantan istri atau anak-anaknya. Aku pun merumas, bagaimana dengan nasib para duda, calon duda atau lelaki-lelaki yang berniat berpoligami yah kalau semua perempuan berpikiran seperti mbak Ayu hehehe...

Hmm.. Makasih banyak yah mbak, untuk semua yang sudah dibagi denganku malam itu.. Semoga Allah segera membukakan pintu hidayah-NYA untukmu, mengembalikan fitrahmu menjadi wanita sholehah dengan kehidupan yang jauh lebih baik dan berada lurus pada aturan-aturan Allah.. Amin ya rabbal allamin..

Rabb, perkenankan aku berdo'a untuk kebaikannya, karena aku yakin tidak ada satu perempuan pun yang menginginkan jalan hidup seperti jalan hidupnya...

-adisucipto, 271109-

2 komentar:

jhoni 02 December, 2009 09:12  

yah banyak juga orang yang mengalami hal seperti yang dialamai oleh si mba ayu........

untuk kita hal tersebut bisa dijadikan pelajaran!!! agar lebih baik dalam menjalani hidup dan selalu bersyukur dengan apa yang telah kita peroleh.....AMINNN!!!!

anak nelayan 04 December, 2009 18:45  

tinggal di denpasar yaa..mampir donk hehehehe

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP