Monday, April 20, 2009

Permintaan paling ekstrim

Sesegukan di balik kemudi hingga kamar sempit itu, berpikir mengapa tak satu pun kata yang bermakna bahkan bagi makhluk yang paling aku cintai melebihi cinta pada diriku sendiri.

Setiap kata, kehendak dan keinginan tampak seperti siksaan bagi hidup indahnya.. Meski aku melakukannya hanya demi melihatnya bahagia suatu saat nanti, saat aku tak sanggup lagi membimbingnya karena kerentaanku, kala aku tak mampu lagi menuntunnya ketika aku tua, atau bahkan pada masa aku tak bisa lagi melihatnya karena aku mati..

Disakiti sahabat.. Dikhianati teman.. Dilukai kekasih bahkan diacuhkan belahan jiwa tak dapat melebihi kekecewaan kali ini ketika kehendak & do'a di maknai bagai siksaan.. Lalu aku berpikir, apalagi gunanya aku hidup ? Bila tak ada lagi gunaku bahkan pada benalu kecilku..

"Ambil nyawaku Tuhan.."
Aku terkapar dan berujar lirih.. Bila memang tak ada lagi guna ku, ambil saja nyawaku.. Dan biarkan kepergian ku membahagiakan orang-orang yang ku kasihi dengan kehilangan keluh kesah ku.. Aku lelah Tuhan.. Aku lelah.. Karena sepertinya tak ada lagi saat bahagiaku, karena tampak nya terlalu senang sedu sedan bermain-main di detik-detik hidup ku.. Ambil saja nyawaku..

Dan saat tersedu pun tanganku sendiri yang mengelus-elus rambutku, karena tak ada seorang pun yang dapat kumintai tolong melakukannya untukku..
Lalu hati kecilku sendiri yang mengingatkanku..
"istigfar.. Tuhan pasti datang ga lama lagi untuk menolong mu.."

i wish..


Get a playlist! Standalone player Get Ringtones

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP