Tuesday, August 18, 2009

Pantai Padang-Padang



Liburan kali ini cukup menyenangkan, selain bisa ikut menikmati peringatan HUT kemerdekaan RI ada beberapa perjalanan yang udah lama aku idam-idamkan bisa terwujud pada liburan kali ini.

Berhasil menginjakan kaki di padang-padang beach alias pantai padang-padang a.k.a pantai rumput-rumput [padang = rumput dalam bahasa bali] adalah yang paling menyenangkan buat saya pada long weekend kemarin. Sudah lama sekali saya mendengar tentang keindahan pantai ini dari beberapa teman dan sumber literatur yang saya baca di internet, itu kenapa saya penasaran sekali untuk bisa mengunjungi pantai ini.

Lokasinya berada setelah pantai new kuta di desa pecatu yang lebih terkenal dengan pantai dreamland. Letaknya ada di desa ungasan (kalo ga salah dengar hehe..), masih jauh lagi jarak yang harus ditempuh untuk bisa sampai di pantai padang-padang ini setelah melewati dreamland. Jalannya sempit dan sedikit naik turun dan berkelok-kelok meskipun sudah beraspal (sepertinya masih baru dan belum sepenuhnya selesai karena masih banyak galian di kanan dan kiri jalan). Walaupun lokasinya sedikit jauh dari keramaian tapi ga sulit kok buat menemukannya, seperti biasanya selalu ada banyak papan petunjuk jalan untuk memudahkan para pelancong di pulau dewata ini.. Patokannya kantor desa ungasan (atau unggasan yah) belok kanan lalu ikuti terus jalan itu naik turun belok-belok sampai ketemu papan bertuliskan "parkir pantai padang-padang", sampe deh..

Dari parkiran di seberang jalan itu masih harus menuruni tebing untuk bisa sampai di pantai dan bermain air laut. Jalannya sedikit unik, dengan posisi menurun dan melewati celah-celah tebing walaupun sudah ada undakan-undakan anak tangga yang sudah rapi tertata dan bisa dilalui dengan nyaman. Untuk yang sudah sepuh sepertinya akan sedikit kecapekan yah untuk melalui rute ini, tapi cuma itu satu-satunya jalan masuk dan keluar untuk sampai di bibir pantai.


Pantai ini terkenal dengan batu-batu karang besarnya yang ditemani rumput-rumput tinggi di pinggirannya, lautnya juga tenang dengan ombak yang cukup menyenangkan untuk berenang di laut atau sekedar bermain-main air di tepian pantai. Tapi hati-hati dengan batu-batu karangnya yah, ada beberapa kecelakaan kecil yang aku lihat kemarin.. Walaupun tidak terlalu fatal tapi cukup membuat beberapa orang luka lecet hingga berdarah terkena gesekan batu-batu karang di dalam air laut ketika berenang. Pasir pantainya juga masih kasar bercampur dengan cangkang-cangkang binatang laut dan serpihan karang, jadi hati-hati berjalan diatasnya kalo nggak mau kakimu luka karena kena cangkang tajam..

Selain keindahan pantai dan lautnya tentu saja tidak ketinggalan ritual sunset menjadi dessert dalam setiap jamuan panorama laut di sebagian besar pantai di pulau Bali ini. Walaupun buat saya sunset di pantai padang-padang ini belum bisa mengalahkan keindahan sunset yang saya nikmati di dreamland apalagi di atas bebatuan di belakang discovery tempo hari itu.. Bagaimanapun, pesona pantai padang-padang menyisakan kesan mendalam di hati saya karena kepenasaran saya akhirnya bisa tertuntaskan.

Sunday, August 16, 2009

Dirgahayu RI

Rasa nasionalisme itu mendadak memenuhi rongga dada saya sesaat mendengar alunan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dalam perjalanan saya sore itu. Tiba-tiba juga saya merindukan upacara bendera yang biasa saya lakoni dengan ngedumel ketika masa-masa upacara bendera jadi santapan wajib saya di masa-masa sekolah, saya rasa hampir sebagian besar mengalami ngedumel terpaksa ikut upacara bendera kan hahahha...

Sore itu saya menyesal menyia-nyiakan kesempatan itu dengan ngedumel, karena nyatanya kini saya merindukannya. Saya rindu menjadi anggota pengibar sang saka merah putih, saya kangen mendengar lagu-lagu perjuangan dinyanyikan anggota paduan suara, saya juga kangen berbaris rapi dan tegap sebagai bagian dari sebuah upacara. argh... kehilangan itu memang selalu menyiksa setelah kita benar-benar kehilangan yah hehehehe... MySpace

Lalu saya segera mendoktrin Nabil untuk mencintai upacara bendera sesaat setelahnya, dan diluar perkiraan saya dia ternyata memang sangat mencintai upacara bendera hahahhaha.... MySpace
syukurlah buah yg buruk itu tidak jatuh di dekat pohonya MySpace

So, mulai saat ini saya berjanji akan memupuk nasionalisme Nabil, jangan sampe deh dia jadi seperti aku yang menyesal setelah kesempatan buat itu ga bisa lagi saya miliki.. Ayo bil, cintai negeri ini sekuat kamu mampu mencintainya MySpace

Wednesday, August 5, 2009

Bila ~ Irma June

Rasa hati tiada menentu
kala bayanganmu menyiksa diri
semakin tak kuasa
Rasa gundah dalam hatiku
setiap kali kucoba melupakan
Ternyata tak mudah
terpanah asmara

#
Bila akan terwujud
kupasrah seluruh cintaku
setia sampai di akhir nanti
Tiada akan berpisah
kuingin sekali
dalam hidup ini oh kasih
sehidup semati bersama

rasa hati tiada menentu
kala bayanganmu menyiksa diri
semakin tak kuasa
kini semakin terasa sungguh
setiap rasa cinta yang kau tanamkam
segalanya ternyata menyentuh jiwaku

nah yang ini baru lagunya irma june heheheh..... *keukeuh mode : on*
duuuh jadi mengenang masa-masa lalu yang indah niyh heheh....

Tuesday, August 4, 2009

i luv u full mbah......

innalillahi wa inna illaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini seorang mbah fenomenal dengan gaya khas dan kesederhanaan yang tidak pernah ditanggalkan hingga akhir hayatnya...
selamat jalan Mbah Surip, semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan dan menerima semua amal ibadahmu... amin...


Di tengah maraknya beliau menghiasi berbagai media yang Maha Kuasa memanggilnya pulang,ada banyak hal yang menarik buat saya dari sosoknya selain keunikan dan kenyentrikannya.
Kisah dibalik kepulangannya menghadap sang Illahi seolah meninggalkan sebuah pesan tersirat.. kelelahannya dikerubuti banyak orang seperti yang diutarakannya kepada pelawak Mamiek seolah-olah membuka mata kita bahwa ketenaran yang banyak didambakan orang-orang bukanlah sesuatu yang membahagiakan bagi seorang mbah surip. kepulangannya dengan memilih kediaman Mamiek sebagai tempat terakhir yang disinggahinya seolah menyiratkan bahwa disitulah beliau sering menemukan ketenangan dan kedamaian, hingga di tempat itu jualah beliau berniat mengistirahatkan keletihan jiwanya yang ternyata berakhir benar-benar tanpa berlanjut lagi karena kehendak Allah tentunya....

Lalu saya berpikir, dimanakah kelak saya akan menghembuskan nafas terakhir saya ? semoga pada tempat yang baik dan pada waktu yang juga baik, amin ya rabbal allamin...

well, bagaimanapun saya yakin mbah surip pulang dengan tenang. setidaknya harapan dan cita-citanya untuk menjadi seniman sejati sudah terwujud bahkan meninggalkan warisan yang tek ternilai bagi istri, anak-anak dan cucu-cucunya,,, semoga barokah...

selamat jalan mbah, i luv u fuuuuuuullll......

Monday, August 3, 2009

Soundtrack for this week

SATU JAM SAJA
by. asti asmodiwati

Jangan berakhir
Aku tak ingin berakhir
Satu jam saja
Kuingin diam berdua
Mengenang yang pernah ada

Jangan berakhir
Karena esok tak kan lagi
Satu jam saja
Hingga kurasa bahagia
Mengakhiri segalanya

Tapi kini tak mungkin lagi
Katamu semua sudah tak berarti
Satu jam saja
Itu pun tak mungkin
Tak mungkin lagi

Jangan berakhir
Kuingin sebentar lagi
Satu jam saja
Izinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP