Tuesday, July 27, 2010

PURNAMA

Ribuan kilometer memisahkan aku dan kamu dalam kebisuan, aku dengan diriku sendiri dan kamu dalam habitat semu itu juga dalam kesendirian seperti kata mu..

Aku disini, membelah jalanan sesak ini dibawah purnama yang mengikuti sedari awal.. dan kamu pasti di teras balkon itu dengan secangkir kopi dan beberapa batang marlboro putih mu.

Pada ribuan kilometer itu kita memandang purnama yang sama, dengan bulat yang persis dan cahaya yang kembar.. hanya saja mungkin awan-awan dingin yang sesekali membuatnya tampak berbeda.

Tapi purnama itu adalah sama, bukan sabit yang kita cintai bukan pula crescent yang kita maknai.. Purnama itu keutuhan, yang memenggal keinginan kita akan sang crescent.

Dan pada purnama aku berujar, jagakan sabit untuk ku.. Hingga tiba masa ku menjenguknya pada ketetapan hati, dalam damai ku.

Akan tiba masanya purnama ini menjadikan sabit tidak lagi kita inginkan meski kita masih tetap mencintainya seperti yang selalu kita nikmati dalam mimpi kita akan crescent.

Mungkin nanti, entah kapan.. aku akan menemui mu, mengingatkan mu bahwa aku masih menggenggam sabit itu meski purnama telah mengantarkanku pada kedamaian..

Dan pada masa itu aku tetaplah curvy crescent mu yang menatap dengan dua bola mata melengkung meski tidak lagi berharap :)

selamat malam, purnama akan segera pulang...

Sunday, July 25, 2010

Tidak Sedang Membela KD

Tadinya sih ga ingin banyak komentar tentang ibu yang satu ini, ga ingin juga nambah-nambahin statement yang bisa buat ibu ini tambah sering jadi topik pembicaraan.. tapi hari ini akhirnya tergelitik juga buat ikutan nulis, maafkan saya KD hehe...

Gini yah teman-teman yang saya cintai, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap apapun pendapat kalian tentang apa yang sedang bergulir belakangan ini antara KD sama RL, saya rasa kita ga adil kalo hanya menunjuk salah satu dari keduanya karena menurut hemat saya apa yang terjadi diantara mereka tidak dilakukan dengan solo kan, tapi DUO.

Yang terjadi saat ini semua mata tertuju pada KD dan menjadikannya bulan-bulanan dan seolah-olah KD lah biang keladi semua itu, semua kesalahan ditampukkan padanya tanpa mau sedikitpun membiarkan akal sehat kita bekerja.

Katakanlah KD SALAH , maka kesalahan itu tidak dilakukannya seorang diri tapi bersama-sama secara sadar ataupun tidak dengan Tn. RL yang terhormat dari negeri sebelah itu. iya bukan ??? Lalu kenapa kita, kalian hanya asyik menghujat KD tanpa mau peduli peran serta RL ? sebegitu sempitnya kah pemaknaan kalian terhadap arti sebuah pengkhianatan ?

Miris hati saya melihat berbondong-bondong ibu-ibu mengantri untuk menuliskan hujatan, makian dan sumpah serapah di wall Say No To KD, ya itu memang hak kalian sebagai sesama wanita untuk membela dan merasakan kegundahan dan kepedihan yang ibu Ata rasakan sebagai pihak yang "tertindas" dalam kasus ini. Tapi apakah kalian akan berbondong-bondong juga menjadi bagian dari sebuah komunitas Say No To RL ?

Saya mengerti dan sangat memahami apa yang membuat 85% perempuan dan ibu-ibu di negeri ini geram dan merasa perlu menjewer KD, saya juga merasakan hal yang sama sesungguhnya tapi saya ingin kita, kalian belajar memahami makna setiap fenomena tidak hanya dari satu sisi saja, dan KENAPA SELALU WANITA YANG DISALAHKAN ketika kasus-kasus seperti ini muncul ke permukaan ? tidak kah kalian pernah berpikir bahwa RL yang memulai skandal ini ? tidak kah pernah mengelebat dalam benak kalian bahwa RL yang bertindak sebagai eksekutor dan KD adalah korban ? sama seperti ibu Ata bukan tidak mungkin KD adalah korban seorang RL. seperti yang ibu Ata bilang, "saya yang dibohongi atau kamu yang dibohongi" atau KALIAN BERDUA yang dibohongi (kalau saya boleh menambahkan).

sekali lagi, katakanlah KD salah. Lantas apakah kita cukup berhak menghujatnya sedemikian rupa ? mengikuti jejak Tn. HS menghinakannya sedemikian rupa ? mengusik-ngusik kecantikannya dan menyamakannya dengan plastik, ember dan sejenisnya... apakah kita lebih baik dari seorang KD ? saya pribadi merasa tidak :)

Ketika video mirip LunMay-CT-A heboh dipergunjingkan, kenapa bisa para wanita bahu-membahu membela mereka ? sedangkan kita tau dengan baik bahwa apa yang mereka lakukan lebih hina dari sebuah kecupan antara KD-RL. dan bagaimanapun Poligami dibenarkan dalam islam dan TIDAK dengan poliandry, lalu mengapa kalian bisa merasa kasihan pada CT sedang tidak pada KD ?

Sekali lagi juga saya TIDAK SEDANG MEMBELA KD, saya hanya ingin berbagi apa yang ada di kepala dan hati saya. saya hanya merasa bahwa apa yang KD lakukan bukan sesuatu yang dia lakukan seorang diri tetapi bersama-sama dengan Tn. RL dan saya merasa bahwa kita akan adil jika menghakimi keduanya tidak hanya sebagian (jikapun kita pikir kita perlu dan pantas menghakimi).

Ketika suami kita atau pasangan kita berselingkuh atau membagi hatinya pada perempuan lain maka itu bukan berarti WILnya itu yang bersalah bukan ? itu berarti pasangan kita ikut andil di dalamnya atau bahkan kita juga menjadi salah satu elemen pemicu semua itu terjadi :)

Baiklah, sekarang saya siap didemo heuheuheu....

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP