Thursday, July 23, 2009

Maapkeun saya [Oom/mas/pak] Roy Suryo

Pagi ini secara resmi saya mo minta maaf yang sebesar-besarnya sama mas Roy [suryo] untuk kesalahan saya selama ini yang sudah meng-under estimate kan beliau, bahkan dalam sebuah postingan beberapa waktu lalu saya pernah [seolah-olah] mengecilkan "arti" beliau hanya karena ketidakmengenalan saya secara baik terhadap profile beliau.. Maafkan saya..

Pagi ini sambil menikmati segelas chococinno + sebuah chesse baked potato sebagai sarapan, saya menyaksikan, menyimak dan memperhatikan statement + "isinya" dan setiap geriknya secara seksama @tv one.

Maka saya menyimpulkan bahwa saya salah menilainya selama ini, karena ternyata beliau jauh lebih berisi dari yang saya kira sebelumnya, beliau juga memiliki kedalaman & kekuatan ilmu yang memang pantas untuk mentasbihkanya sebagai [salah satu] ahli telematika.

Apa yang saya tuduhkan selama ini akibat kenarsisannya sepertinya karena pola pikir saya yang terkontaminasi penggiringan media atas sebuah kasus.

Seperti yang kita tau seringkali media melakukan editing dan penyuntingan berita yang bisa membuat persepsi yang jauh melenceng dari substansi yang sebenarnya.

Kali ini saya juga tidak bermaksud menyalahkan media karena ini semata-mata adalah karena kekurangan saya dalam mencerna berita yang tersampaikan media pada saya.

Baiklah.. pagi ini dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun juga saya mohon dimaafkan atas kekeliruan saya selama ini, juga untuk kecerobohan dan keangkuhan saya yang telah menilai orang lain dengan salah dan tanpa pendalaman secara indivual.. yang sesungguhnya meskipun saya mengenalnya dengan amat sangat baik, bukan kapasitas saya untuk menilai orang lain terlebih lagi menghakiminya..

Maafkan saya mas Roy, semoga berkenan memaafkan saya yang bodoh ini.. many thanks for tv one, untuk menyadarkan saya pagi ini..

Sunday, July 19, 2009

letter for my soulmate

Prince, this dawn i can't stop thinking of you although for a moment.. Don't know why, it's all about you on my mind..

Ahk mungkin cuma sedang kangen aja sama masa-masa kebersamaan kita yah mister hehe.. Tadi tiba-tiba aja kelebatanmu bermain-main di ingatanku tanpa aku undang, senyum getirmu ketika aku menghabiskan sisa makanan jepang ga jelas rasa itu menyeruak mengingatkanku padamu begitu saja.. Aku tau saat itu ada banyak rasa yang kamu ingin aku tau tapi tercekat pada rongga kerongkonganmu yang sesak, sudahlah.. tanpa kau ucapkan pun aku tau apa yang menyesaki tenggorokanmu itu.. coz u're my soulmate..

Pucat pasi mimikmu di pojokan wendy's juga masih aku ingat jelas, yang tidak aku duga saat itu hanyalah bahwa kamu sedang membawaku bermimpi bukan berencana. Ah seandainya saja kamu mau lebih jujur pada rasa, ga seharusnya kita tersiksa sebegitunya saat ini yah..

Hmm.. Masih ingat ga judul film yang buat kita terpingkal-pingkal sore itu prince ? Aku kok lupa yah, yang aku ingat cuma kita duduk begitu dekat dalam gemuruh rasa yang membuat kita sibuk meredakan kepanikan kita masing-masing dalam kekonyolan yang masih aku ingat dengan baik hingga detik ini.. Hahaha... Kamu memang nakal...

Argh.. Ga akan habis kalo harus aku tulis setiap kenangan akan kita disini, bisa berhari-hari aku berkutat dengan kebersamaan kita hehe.. Bergelas-gelas yang kita habiskan, sudut rumah sakit, genggaman ketika lift naik turun, o la la cafe, pojokan starbuck yang menenggelamkan rasa malu kita, supir taxi yang kebingungan... Banyaaaaaaak lagi sayang, terlalu banyak yang harus aku ingat... Sudah biar aku saja yang mengenangnya dalam hati..

Raja, Aku cuma sedang merindukanmu bukan ingin bermimpi lagi.. Aku tau "kita" hanya kisah yang tak akan pernah mampu menembus batas sebuah norma kewajaran, aku tau aku hanya boleh mengingatmu dari sini.. dari ribuan kilometer jarak yang memisahkan kita, dari sebuah sudut dimana aku bisa memaknaimu dengan baik untuk diriku sendiri. Apapun yang mereka hujat atasmu, buatku kamu tetap yang terkasih.. Dan meskipun kita terpisahkan aku tetap yakin bahwa kaulah belahan jiwaku, dan mencintai bukan berarti harus memiliki bukan ? Hehe..

Udah dulu yah, udah adzan subuh euy... Talk to you later, ok..

Saturday, July 11, 2009

Berhenti mengeluh

Sudah lama sekali sejak seseorang mengajarkan aku untuk BERHENTI MENGELUH..

awalnya aku merasa himbauan itu karena keengganannya untuk mendengarkan keluh kesah yang seringkali aku alamatkan pada telinga dan waktunya karena memang hanya padanya ada kenyamanan tak berbatas ketika berkesah MySpace
perlahan tapi pasti aku akhirnya mengerti bahwa penilaianku salah besar MySpace.
Keinginannya agar aku berhenti mengeluh semata-mata untuk membuat aku lebih bisa bersyukur atas apa yang sudah dianugerahkan oleh Allah pada hidup yg begitu indah ini meski tidak selalu damai menjadi tema utama pada kehidupanku, tetapi apa yang sudah ternikmati adalah jauh lebih baik melebihi kesulitan-kesulitan lain yang ada pada kehidupan kurang beruntung lainnya..
yups, aku mengerti kenapa aku harus belajar berhenti mengeluh dan belajar untuk lebih banyak mensyukuri apa yang sudah Allah anugerahkan MySpace

kemengertianku beberapa bulan yang lalu itu semakin menguat ketika kemarin aku mendapati seorang sahabat yang hampir tidak pernah berhenti mengeluh akan hidup sulit dan rumit yang sedang dianugerahkan Tuhan padanya saat ini, padahal dia lupa betapa berlimpah kebaikan yang sudah Allah anugerahkan padanya sebelum hari-hari sulit ini MySpace betapa keindahan pada masa lalunya itu masih banyak membekas meski pada hidup rumitnya saat ini, tidak kah dia ingat bahwa kehidupan akan berputar seperti roda pedati ? lupa kah dia bahwa akan ada masanya hidup berada pada titik terburuk pada hidup kita setelah atau sesaat sebelum kebaikan menghampiri kita ? Sahabat, lihat sekitarmu.. betapa hidupmu masih jauh lebih beruntung dari ratusan juta lainnya...

Lalu aku beberapa kali berusaha mengingatkannya akan keluhannya yang seringkali membuatnya terlihat lemah dan lupa bersyukur, padahal apa yang diakuinya sebagai penderitaan sesungguhnya hanya salah satu akibat dari keengganannya berpaling dari "hidup nyamannya".. keengganannya untuk meninggalkan tempat hidup nyamannya di sebuah kota yang memang terkenal dengan kesejukannya (tapi itu dulu karena kurasa sekarang tidak sebegitunya lagi).

hmm... mungkin aku memang termasuk individu yang tidak terlalu terpaku pada kenangan atau bahkan ketakutan akan masa depan, aku tidak segan-segan untuk meninggalkan tempat hidupku untuk memulai hidup pada "rumah" yang baru jika aku rasa rumah baru itu akan memberikan aku kedamaian yang lebih baik bagi kelangsungan hidupku selanjutnya. Maka aku menjadi tidak habis pikir akan keengganannya meninggalkan "rumah" nyamannya yang jelas-jelas menyeretnya pada sebuah kawah kesulitan yang mungkin akan mempengaruhi kelangsungan hidupnya kedepan.. MySpace

Ahk sudahlah, mungkin memang aku yang kurang bisa mengerti jalan pikirnya, mungkin memang hanya karena aku yang tidak bisa menjadi sahabat yang baik untuk bisa mengerti cara yang baik menurutnya.
Aku hanya berharap dia akan menemukan hidup indahnya kembali bagaimana pun caranya menjalani kesulitan ini MySpace

Yang terpenting bagiku sekarang adalah berterima kasih pada seseorang yang sangat berarti dalam mengajarkan aku berhenti mengeluh untuk brsyukur... MySpace

Thank u mas MySpace

Friday, July 10, 2009

Mentari dan Rembulan

Dua benda langit yang tidak pernah selesai saya nikmati indahnya, seperti saya tidak pernah berhenti bersyukur dianugerahi dua bola mata yang sehat untuk dapat menikmati banyak sunset dan purnama.

Sunset..
Saya selalu menikmati jingganya yang semarak ketika senja mengembalikannya pada sang malam, seperti kedamaian yang mengembalikan saya dari keletihan.. Menghilangnya dibalik batas air laut seperti mengantarkan lelah pada peraduan..

Purnama..
Malam bulan purnama adalah malam yg selalu saya nanyi-nantikan, rembulan dengan sinar yang sempurna pada bulatnya adalah keelokan maha dahsyat yang menggelayut indah pada langit gelap tak bertiang..

Sunset dan purnama, ketika kedamaian jiwa selalu saya temukan ketika menikmatinya..
Kedua fenomena alam tersebut biasanya saya nikmati pada saat yang tidak bersamaan, tentu saja sunset pada akhir siang dan purnama pada malam hari ketika rembulan memulai tugasnya.

Tetapi tidak pada hari itu, suatu senja pada hari ketujuh di bulan Juli beberapa hari yang lalu.. Keduanya saya nikmati pada saat yang bersamaan meski pada ufuk yang berbeda, sunset di ufuk barat ketika saya tertegun pula menyaksikan rembulan yang sudah penuh meski belum sempurna pada langit timur..

Masya Allah, saya tertegun takjub menyaksikan kebesaran Allah yg Maha Agung pada fenomena tidak lazim tersebut.. Mungkin karena baru kali itu saya pertama kali menemukan moment seperti senja pada hari ketujuh di bulan juli itu maka saya merasa menikmati sebuah ketidak laziman meski mungkin sebenarnya sebuah fenomena alam yg biasa saja bagi yang sering menyaksikannya..

Gusti Allah, betapa Engkau menciptakan senja yang begitu indah bagi kedua bola mataku meski menyisakan tanya dan pikir pada benakku akan sebuah pertanda tentang sebuah akhir jaman.. Senja itu begitu indah dengan sunset dan purnama terang..

Thanks God, for sunset on a full moon... MySpace

Saturday, July 4, 2009

Mama..

Tubuh renta itu akhirnya mengalah pada lelah menahan nyeri setelah berhari-hari bersikukuh bahwa beliau baik-baik saja..
Hampir selalu begitu mama menyikapi sakitnya, sebelum benar-benar tidak sanggup lagi mama pasti akan menahan sakitnya dan menolak dibawa berobat ke dokter. Alasannya selalu sama, tidak mau merepotkan orang lain..

Duh mom.. ini kewajiban kami untuk direpotkan, setelah apa yg mama lakukan untuk kami sejak kami menghuni rahimmu. Apalah artinya menjagamu satu atau dua minggu saja dibandingkan apa yang sudah mama lakukan buat kami. Dan aku ingin mama tau bahwa aku tidak pernah merasa direpotkan, ini kewajiban.. Pengabdianku untuk mama yang sudah mencintaiku sebegitunya..

Mama..
Dalam sakitmu aku tau, ada sakit lain yang kau pendam dan itu yang menyakitkanmu melebihi apapun.. MySpaceAku ingin mama tau, kami anak-anakmu sangat mencintaimu dan berharap mama akan baik-baik saja dalam kesulitan seberat apapun. Kita, dalam kebersamaan ini akan saling menguatkan dalam pahit terberat sekalipun karena hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini selain berdoa dan memohon Allah mengeluarkan kita dari pahit ini..

Mom, get well soon.. We love you much.. Pasrahkan pada-Nya apa yg terbaik bagi kita, dan ijinkan ragamu pada sehatnya dengan mendamaikan jiwa dan ingatmu..

Friday, July 3, 2009

Rarungsing

Tiap orang punya cara yang berbeda untuk meredakan kerungsingannya masing-masing [rungsing = gelisah dalam bahasa sunda]

Begitu juga dengan aku, hampir selalu ketika kerungsingan mengganggu aku meredakannya dengan pergi sendirian tanpa tujuan yg pasti MySpace
Berputar-putar keliling kota adalah cara yang paling sering kulakukan, atau kadang setelah lelah berputar-putar tanpa arah aku memarkirkan kendaraan di suatu tempat yang menenangkan seperti taman, pantai atau sejenisnya. Di tempat-tempat itu aku bisa berjam-jam berdiam di dalam kendaraan untuk sekedar mendengarkan radio atau mp3 MySpace atau sesekali aku turun sekedar berjalan-jalan untuk menghirup udara segar lalu mengistirahatkan kerungsinganku dengan duduk merenung.. MySpace

Biasanya setelah ritual-ritual seperti itu kegelisahanku akan sedikit reda atau bahkan habis sama sekali, setidaknya cara seperti itu selalu berhasil mengurangi beban di hati dan otakku. Mungkin caraku sedikit aneh seperti beberapa orang teman dan sahabat menilainya, tapi itulah cara terbaik untukku daripada aku harus manyun dan uring-uringan di rumah.. Kasian orang rumah kalo gitu bisa ikutan rungsing juga hehe..

Well.. Setiap orang pasti juga punya cara masing-masing untuk meredakan kegelisahannya, meskipun ada yang kelihatan aneh buat orang lain tapi itu sah-sah aja kok.. Lawong gelisahnya punya kita yang lain cuma nonton hehe..

So, gimana cara kalian meredakan gelisah ? Apa yg kalian lakukan ketika sedang rarungsing ?

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP