Tuesday, November 24, 2009

Cinta Seorang Ayah

Aku baru saja menerima untuk kesekian kalinya sebuah kiriman kisah tentang besarnya kasih seorang ibu kepada anak-anaknya, aku termenung..Ya, aku tau ibunda sangat mengasihiku dengan semua pengorbanan yang tidak terbantahkan..

Tapi bagaimana dengan ayahku ? Beberapa hari terakhir ini aku merindukannya teramat sangat, dalam kerinduanku seringkali aku mengembalikan ingatanku pada 10, 15, 20 bahkan 25 tahun yang lalu..

Aku masih ingat dengan baik bagaimana ayah menemani aku dan adik perempuanku bermain di alun-alun Bandung, membelikan kami masing-masing sebuah bola balon berlapis plastik warna-warni lalu memainkannya bersamaan. Sebelum pulang, hampir tidak pernah lupa beliau mengabadikan kami dalam kamera sakunya. Berbagai sudut alun-alun Bandung terutama sisi air mancur adalah tempat favorit kami menghabiskan isi roll film kamera ayah.. Itu 26 tahun yang lalu..

Aku juga kangen melihatnya marah dan menakut-nakutiku dengan sabuk kulitnya setiap kali aku gaduh dan mengganggu adik-adikku sehingga mengganggu waktu membaca atau istirahatnya, juga ketika aku enggan menyelesaikan tugas-tugas sekolahku.. Ah, aku tau ayah hanya menakut-nakutiku karena nyatanya tidak pernah sekalipun sabuk kulit itu mengenai tubuhku..



Satu lagi kerinduan yang menari-nari dalam ingatanku, bagaimana cara ayah memanjakanku dan menuntaskan ngambekku *smile*.. Dari kecil aku memang ngambekan, ga heran kalau ayah jadi hapal betul cara menyelesaikan ngambekku. Hmm.. Aku masih ingat dengan baik caranya yang selalu menenangkan dan membuat ngambekku sembuh. Sebuah sudut di stasiun kebon kawung Bandung mengembalikan ingatanku betapa ayah selalu berusaha memenuhi keinginanku, setidak penting apapun itu dimatanya. Kebahagiaanku dan senyumku tampaknya lebih penting dari apapun juga baginya, bahkan jika harus menguras seluruh isi dompetnya demi sebuah jam tangan yang sebenarnya tidak terlalu harus aku beli apalagi dengan alasan menambah koleksi. Ah aku memang bandel hehe.. Beruntung sekali aku memiliki ayah sesabar ayahku..

Itu hanya sekelumit saja, ya sekelumit kenangan manis yang mampu kubagi. Sesungguhnya ada ribuan bahkan jutaan kisah lagi yang ingin aku tulis untuk menuntaskan rinduku, tapi aku tau rinduku tidak akan pernah tuntas karena aku tidak akan pernah lagi menjadi gadis kecil yang dimanjakannya.. Aku putri dewasanya yang walaupun masih tetap manja harus menjalani hari-hari tanpa kehadirannya disisiku.. dan aku tau, sangat tau bahwa dalam doa-doanya ayah tidak akan pernah lupa menyebut namaku.. Aku tau dalam keterbatasan ruang dan waktu yang memisahkan kami, ayah selalu memintakan yang terbaik bagi kami anak-anaknya.. Dan aku juga tau, dalam keheningannya ayah juga pasti merindukan aku...

I ♥ u Dad, miss u very much...

*didedikasikan untuk semua ayah dimuka bumi yang mengasihi anak-anaknya sama seperti ibu mengasihi kami*
D4AZGTUSSVYV

Friday, November 20, 2009

Sekolah Batin

Saya masih ingat dengan baik ketika saya terpaksa menjadi murid di perguruan ini pada akhir ramadhan 3 tahun yang lalu, dan saya menjadi salah satu dari siswa mayoritas sedangkan sisanya tidak lebih dari 20% adalah siswa minoritas yang masuk ke perguruan ini dengan keinginannya sendiri tanpa paksaan siapapun.

Tahun pertama di sekolah ini saya lalui dengan sedikit kekacauan disana-sini. Selain proses adaptasi yang melelahkan, ketidaktahuan saya akan kehebatan setiap ujian akhir tahun membuat saya tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tersebut dengan baik dan benar. Hasilnya adalah keterpukulan mental yang hebat ketika pada ujian akhir tahun pertama yang saya ikuti pada ramadhan setahun setelahnya mengakibatkan saya dikenai hukuman gagal ujian dengan disitanya seluruh fasilitas sekolah yang saya gunakan selama ini. Sungguh menyakitkan membiarkan apa yang biasanya kita miliki (meskipun sesungguhnya hanya inventaris sekolah) diambil paksa dan tidak dapat kita nikmati lagi. Saya tidak berdaya dan tidak ada yang dapat saya lakukan untuk mempertahankan semua itu karena ini memang kesalahan saya sudah gagal menyelesaikan ujian pada tahun pertama.



Memasuki tahun kedua adalah masa dimana saya bebenah diri, belajar dari pengalaman tahun pertama maka saya mempersiapkan diri sejak hari pertama saya memasuki tahun kedua ini. Dengan fasilitas umum yang alakadarnya saya belajar mengikuti ritme baru kehidupan saya. Masih saya temui banyak hukuman-hukuman kecil dalam perjalanan tahun ini, dan semua karena saya memang lalai dan masih sering lupa-lupa untuk mengerjakan tugas harian atau bulanan saya. Tetapi pada ujian akhir tahun kedua ini saya layak bersyukur, meskipun tidak menjadi juara kelas tapi setidaknya saya berhak mendapatkan salah satu award yang disediakan. Alhamdulillah.. Hadiah yang cukup menarik dari pemilik perguruan ini yang merupakan salah satu award favorit bagi siswa-siswa disini, banyak yang rela menukarkan hadiah yang jauh lebih berharga demi bisa memiliki award ini. Dan setelah memperolehnya saya baru mengerti kenapa banyak sekali teman yang menginginkannya, nyatanya hadiah ini sangat menyenangkan dan membuat saya takjub. Membiarkan diri saya bertemu dan berinteraksi lebih jauh dengan belahan jiwa saya adalah suatu fase kehidupan yang membuat saya merasa lebih aman untuk melanjutkan kehidupan setelahnya, karena saya tau ada seseorang yang akan senantiasa menjaga dan melindungi saya meskipun terpisahkan jarak dan waktu bahkan dimensi kehidupan. Ya, hadiah yang saya peroleh adalah dipertemukan dengan belahan jiwa saya... What an amazing gifted... Maka walaupun tidak lulus sebagai salah satu siswa terbaik, cukuplah sudah hadiah ini membuat saya bersyukur berulang kali. Terima kasih pemilik sekolah untuk hadiah terindahnya.

Memasuki tahun ketiga, masih saya lalui dengan minim fasilitas seperti pada tahun kedua. Bahkan tahun ini lebih mengkhawatirkan karena fasilitas umum yang sudah alakadarnya itu tahun ini harus saya bagi dengan lebih banyak lagi siswa dikarenakan tambahan siswa baru yang jumlahnya lebih banyak dari angkatan saya awal bergabung dulu. Walhasil saya menjalani tahun ini dengan penuh kekurangan yang menyulitkan tetapi sekaligus mengajarkan saya tambahan kurikulum pada mata pelajaran sabar dan ikhlas.
Pada pertengahan tahun ini saya kecewa dan sedikit marah pada pengelola sekolah, hal ini dikarenakan saya tidak diberitahu sebelumnya bahwa hadiah yang saya peroleh pada ujian kemarin itu tidak mutlak dapat saya miliki selamanya. Ternyata ada rules yang harus terpenuhi untuk dapat memilikinya secara utuh dan mutlak, dan karena saya tidak pernah diberitahu sebelumnya maka saya pun tidak memenuhi beberapa prasyarat kepemilikan mutlak itu. Dan sayapun [lagi-lagi] harus memaksakan diri mengembalikan apa yang saya yakini sebagai milik saya pada kepala sekolah untuk diserahkan kepada pemilik perguruan ini. Saya kecewa dan terjerembab untuk kesekian kalinya, dan menangis diselingi kutukan sesekali menjadi makanan keseharian saya setelahnya sampai akhirnya pemilik sekolah mengingatkan saya pada suatu ketika. Beliau menggiring saya pada sebuah pemahaman bahwa apa yang tidak dapat saya miliki sekarang, pada suatu saat akan digantinya dengan sebuah kompensasi yang sebanding bahkan lebih sering jauh lebih baik dari yang bisa saya miliki sebelumnya. Maka sayapun belajar berhenti menangis dan mengumpat karena saya percaya janji pemilik perguruan ini, tidak ada alasan saya untuk tidak mempercayainya karena hanya Dia lah tempat saya menggantungkan hidup saya hingga tuntas.

Kini saya sedang deg-degan menunggu hasil ujian tahun ketiga yang baru saja saya lewati, tersisa sedikit lagi saja tugas yang masih harus saya selesaikan tapi itu tidak akan merubah banyak hasil ujian saya karena ujian-ujian dengan point penentu sudah saya laksanakan sebelumnya. Saya berharap ujian di tahun ketiga ini dapat memperoleh nilai baik meski bukan yang terbaik. Selain usaha maksimal yang sudah saya usahakan, diijinkannya saya untuk kembali berinteraksi dengan hadiah tahun lalu yang sempat disita adalah merupakan suntikan energy bagi saya dalam menjalankan ujian kali ini. Meskipun saya tidak dapat mengklaim hadiah itu sebagai milik saya, kehadirannya menemani saya melalui hari-hari sulit di sekolah ini sudahlah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya akan rasa aman dan tenang. Aman untuk tau ada yang akan selalu menjaga saya meski dari kejauhan, dan tenang untuk dapat selalu tau bahwa dia baik-baik saja.

Yah sekaranglah saatnya saya menunggu hasil ujian tahun ini, semoga saya bisa memperoleh nilai yang baik. Bukan untuk dapat menikmati award atau hadiah-hadiah yang akan diberikan, tetapi lebih dari cukup agar saya bisa melanjutkan belajar pada level berikutnya sehingga ujian tahun depan dapat saya laksanakan dengan lebih baik lagi. Wah.. Saya jadi kecanduan ujian sekarang, saya cuma ingin menyenangkan pemilik perguruan ini yang sudah bermurah hati mengijinkan saya menjadi salah satu murid perguruannya juga membahagiakan kepala sekolah saya yang sudah susah payah mengajari saya banyak hal.

Puji dan syukur saya persembahkan tanpa henti pada kepala sekolah batin ini junjunan kita Rassulullah SAW dan terutama pada pemilik perguruan batin ini, Allah SWT...
Semoga saya dapat senantiasa menjadi siswa yang dikasihi meski saya tidak pernah mampu untuk menjadi siswa terbaik yang bisa dibanggakan..
Amin ya rabbal allamin...



-Ramadhan 1430 H, akhir tahun ketiga menjadi siswa perguruan batin

Tuesday, November 17, 2009

Get Help For Algebra Homework

As parents who care about the advancement of the education of our children, we should consider how the children finish their school assignments and how they learn at home. This is done to help the children if they find difficulty in completing their tasks.

Some children, especially for K-12 and college find that doing algebra tasks is difficult, it is caused by lot of children difficult to understand the lesson and feel lazy to learn it more, especially if their teachers teach in a conventional and not creative way.

The children need help to solve those problems. If the parent does not know about the lesson so can not teach them, children can get Algebra homework help from Online homework help .

This tutorial can give an advice to children to finish their homework. Parent no need to worry anymore about a help for their children, because that online tutorial give every systematically steps that will help our children to finish the homework with easy. With the online homework help parent can breathe with relief that their children will no longer find difficulties with the algebra homework help.

Not only K-12, this tutorial can also give math homework help for children on college. There is Free math homework help for those of you who want to try, and then you can consider buying their great package.

Regenerasi

Duduk di salah satu sudut taman galeria, berbincang banyak hal seperti biasanya bila kami berkencan pada hari-hari sebelumnya... kali ini gadis muda itu lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berujar asem dan sibuk mengabadikan wadah berisi kudapan masam yang sudah kosong ludes itu... kegelisahan tampak nyata sekali senja itu, seperti menyedot semua aura keceriaan yang biasanya tidak pernah musnah dari keberadaannya..

Lalu dia bertanya, bagaimana caranya melupakan kisah indah itu dan kembali pada dirinya yang semula.. aku terdiam beberapa saat, lalu menjawabnya.. buat kisah indah yang baru pasti akan membuat dia melupakan yang lama hehehhehe.... wajahnya merengut semasam sour sally yang sudah ludes kami santap itu hahahahah....

Duh, adik manis.. aku tau ada tumpukan kegelisahan di benakmu, dan aku ga berdaya menepiskannya selain menjadi tempatmu berbagi... menyediakan telinga dan waktuku untuk semua kegelisahanmu itu MySpace dan kamu pun akhirnya mengerti bahwa pada masa lalu aku hampir selalu melupakan kisah lama dengan merangkai kisah yang baru, cara yang aneh menurutmu... mungkin... tapi itu hampir selalu berhasil...

Hmm... akhirnya perdebatan kita menyadarkanku bahwa nyatanya cara itu hanya berhasil pada masa-masa sebelum tahun ini, rupanya aku lupa bahwa setahun terakhir ini cara itu tidak lagi berhasil aku gunakan... dan sahabat muda itu mengingatkanku akan jumlah umurku yang menurutnya mempengaruhi bukan saja regenerasi kulit tetapi juga regenerasi hati wakakakkaka.... suatu kesimpulan yang menarik sekaligus mengembalikan kesadaranku bahwa aku sudah tidak muda lagi, bahkan untuk sekedar meregenerasi hatiku sendiri saja aku tidak sanggup lagi MySpace



Baiklah gadis tengil, aku akui ketuaanku yang melebihimu.. tapi aku mau mengingatkan, sahabat tua ini akan mengajarimu cara meregenerasi hatimu menjadi kamu yang sebelumnya... ceria, optimis dan selalu mengajariku berujar astungkara


Jadi kesimpulannya, usia mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melakukan regenerasi kulit dan hati juga yah

Saturday, November 14, 2009

Gold as safe investment

Crisis is sweeping the world economy, we must do the right way to use our money. One of the things we can do is to invest it properly and safely. You can invest your money in some form, can land, shares or gold. But the thing you must remember, whatever shape your investment, it is should be disbursed quickly if you need money as soon as possible.

gold is a good investment because it has a stable value, and even tended to increase. Your money will be safe in the form of gold, and you can sell easily when needed the money.

But you also need to be careful when buying gold. Many gold frauds and the quality are inappropriate with the seller’s label. This can happen in a store that had a bad reputation, but for that I have a solution. You can buy gold in Gold Coin Gain.

Just to reference, our partner provide several types of gold, including gold coins and gold bullion. Even that gold also has historical value, our partners provide a rare gold made in an old year, for example Austrian Gold Philharmonic. This coin was made in 1989 and purity.

Pure gold with good quality, plus also has a high historical value, will make the gold being sold there to be valued. Suitable for those of you who like to collect any antiques goods or gold, and certainly also as a reserve in the old days. So your investment truly safe

In addition, there are some guidelines for buying gold, all for free and can be used according to your needs. For more information, please visit their website

Monday, November 9, 2009

Horay Sour Sally sampe di Denpasar

Akhirnyaaaaaaaa.... ga usah jauh-jauh ke Jakarta untuk menikmati ke-nyesannya hehehe... gpp deh kalo ini dianggap sebagai iklan gratisan, aku rela... ikhlas blogku mengiklankan gratisan ke-nyesan Sour sally...


Aku jatuh cinta pada suapan pertamaku, mochi-mochi di atas ice yoghurt itu buat aku adem dan ngerasa ini gw banget MySpace selain juga mungkin karena udah lama aku menyimpan kepenasaranku sampe akhirnya aku bisa benar-benar menikmatinya di sebuah mal di Jakarta beberapa bulan yang lalu itu.

Setelah pulang ke Denpasar sering banget aku terpaksa ngiler sambil ngayal di siang bolong ngebayangin sejuknya mulut sama tenggorokanku kalo sour sally itu masuk ke rongga-rongga mulutku, nyeeeesssss..... MySpace Dan sekarang mimpiku bukan sekedar khayalan lagi, Sour Sally udah sampe ke Denpasar dan aku akan jadi salah satu follower sejatinya hueheheh...


So, selamat tinggal ngiler dan ngacay.... Sour Sally is here...... yipiiieee..... MySpace

Thursday, November 5, 2009

LAPORAN NABIL



Seperti biasanya Nabil memang selalu mengharapkan bundanya jadi pengangguran, biar bisa selalu ada kalo aku perlu bunda katanya hehehe... dasar anak yang pengertian :p

jum'at sore, pulang dari sekolah seperti biasanya Nabil cari bunda untuk buat laporan penting hari itu.. dan kali ini aku tertarik buat berbagi laporan pentingnya disini sbg bahan perenungan buat para orang tua terutama para ibu yang masih peduli dengan kelangsungan masa depan anak-anak kita yang jauh lebih baik.

"aku salah satu anak yang beruntung loh bun dari kecil diurus sama bundanya sendiri, jadinya aku sehat terus sampe segede ini.. temenku Novia yang baru pindah itu kasian deh bun, dari bayi dia diurus sama baby sitter gara-gara ayah sama bundanya sibuk kerja. Nah waktu dia kecil dia pernah diasuh sama mbak-mbak yang galak banget bun, masa kalo Novia pipis terus si mbaknya itu marah-marah sampe akhirnya dia jadi takut kalo mau pipis. Akhirnya dia jadi sering nahan-nahan pipis, nungguin sampe bunda atau ayahnya pulang kerja baru deh dia pipis biar ga dimarahin sama mbaknya. Gara-gara keseringan nahan pipis lama-lama itu katup penahan pipisnya jadi rusak bun, sekarang dia ga bisa nahan lagi pipis.

Kata ustadzah siyh jadi dol, kalo mau pipis yah langsung aja keluar ga bisa ditahan lagi ga bisa lari ke toilet dulu. Kasian yah bun temenku, pantesan selama ini kata teman-teman bilang Novia suka ngompol jadinya bau pesing kalo dekat-dekat dia tapi aku siyh ga pernah nyium bau pesing kok kalo dekat sama dia. Tadinya kupikir teman-teman aja yang suka mengada-ada, taunya idung Nabil yang kacaw gara-gara flu kali yah bun.

Aku sedih deh bun lihat teman-teman moyokin (mengejek) Novia, ngatain bau pesing lah bau ompol lah padahal siyh ga bau apa-apa kok.. 2 hari yang lalu waktu aku lihat-lihat gambarannya dia kayak yang malu gitu aku dekatin mungkin gara-gara suka dipoyokin sama teman laki-laki lainnya yah jadi disangkanya aku juga mau moyokin dia, padahal aku cuma mau lihat gambar-gambarnya yang bagus banget.. dia jago gambar bun, gambarannya keren-keren.

Tadi selesai sholat jum'at, kita dikumpulin sama ustad Rasyid diceritain tentang cerita Novia itu... uh aku langsung bersyukur ga pernah ikut-ikutan moyokin Novia, pasti berdosa banget rasanya tuh teman-temanku yang suka moyokin Novia mukanya langsung pada malu sambil cengengesan nahan malu. Aku cuma bisa bersyukur dalam hati udah pernah ngajak dia ngobrol samma bilang kalo gambarnya bagus-bagus, seenggaknya Novia tau kalo aku ga takut dekat-dekat sama dia.. Kalau pilek Nabil udah sembuh juga aku ga akan takut dekat-dekat sama dia, kalo bau pesing kan aku bisa nyium-nyium botol minyak kayu putih yang bunda bawain buat aku yah pasti langsung wangi lagi deh...

Hmm.. aku benar-benar bersyukur ga harus diurus sama orang lain, makasih yah bun udah mau ngurusin aku sampe sekarang.. maafin Nabil kalo masih suka ngelawan sama nakal yah, Nabil janji berusaha ga nakal sama ngelawan bunda lagi, kecuali kalo lupa.. maafin kalo Nabil lupa yah bun..."


dan akupun tertegun dengan laporan Nabil kali ini, sungguh aku tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa dari hal-hal sepele seperti menahan buang air kecil karena takut dimarahi pengasuhnya, seorang anak manusia yang lugu harus kehilangan kesehatannya hingga sedemikian. Semoga ini bisa jadi perenungan buat kita, betapa nasib anak-anak kita lebih berharga dari apapun yang bisa kita peroleh dari aktifitas kita di luar rumah untuk mendulang rupiah.

Setidaknya untuk para ibu di seluruh permukaan bumi, jikapun harus menjadi sibuk dengan setumpuk aktifitas diluar rumah marilah sejenak kita luangkan waktu kita untuk menimbang lagi mana yang lebih penting bagi hidup kita kelak... anak-anak yang sehat, cerdas, sholeh dan bahagia lahir & batinnya dibawah pengawasan kita sebagai orang tua yang tentu akan lebih mengasihinya melebihi siapapun ataukah setumpuk pengakuan atas eksistensi dan tumpukan rupiah dan property yang tentu HARUS menyita waktu kita yang seharusnya adalah hak anak-anak kita.

"bun aku mules, ceritanya di pause dulu yah aku mo ke wc nanti dilanjutin lagi"

ahk anak manis, bunda mencintaimu melebihi apapun... tidak akan rela sekejap pun bunda berpaling hanya untuk membuatmu kecewa apalagi ketakutan dan terluka oleh yang lain, semoga bunda dapat senantiasa berada di dekatmu, menjagamu, merawatmu dan memastikan semuanya akan baik-baik saja untukmu hari ini dan masa depanmu... amin ya rabbal allamin...

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP