Thursday, May 15, 2008

Rumus Berat Badan Ideal VS Kompromi Batin ala Teh Mimin

Mencoba memahami setidaknya satu saja dari beberapa yg diterima dari tausyah tadi pagi dari Teh Mimin. Terdengar mudah waktu tadi pagi aku menyimak satu demi satu yg disampaikan Teh Mimin, tapi setelah aku coba kaji lagi semuanya satu persatu sore ini ternyata amat sulit untuk mengaplikasikan satu saja dari sekian banyak hal-hal positif yang beliau sampaikan tadi...
Ini kepalaku sekarang jedut2 gara2 nyoba mengaplikasikan satu dari yg sekian banyak tadi :(
katanya, untuk menyikapi suatu ketidaksetujuan terhadap suatu hal ada dua caranya. membicarakan ketidaksetujuan tersebut dengan pihak yg bersangkutan atau belajar memahami ketidaksetujuan tersebut dengan mengkompromikannya dengan diri kita sendiri.
Nah..biasanya kan aku memilih untuk membicarakan ketidaksetujuan atau ketidaknyamananku terhadap sesuatu pada pihak yg bersangkutan, tapi dari cara itu aku sering dapet protes balik atau setidaknya cap sebagai wanita yg rewel hiks... kesannya kok jadi terlalu gampang mengeluh gitu loh, padahal aku hanya ingin membicarakannya sedini mungkin aja biar ga jadi berlarut2 masalahnya. Tapi yah itu, ga semua orang punya cara yg sama kan buat menyelesaikan masalah :)
OK...kupikir mungkin aku perlu mencoba cara yg Teh Mimin bilang salah satunya lagi karena selama ini aku coba yg satu itu sepertinya kurang efektif dan malah jadi bikin konflik yg baru lg.. kesempatan datang dengan cepat sore ini, aku *lagi-lagi* sedikit kecewa dengan kondisi yg *lagi-lagi juga* tidak seperti keinginanku...prasangka baikku bahwa aku akan menuntaskan istirahat panjang pada akhir minggu ini sepertinya *lagi-lagi* cuma akan jadi hanya sekedar pengharapan, tidak tampak ada aksi yg mengarah ke arah situ sepertinya. Masih saja jadwal dipenuhi dengan aktivitas yg jauuuuuuh lebih penting dari sekedar menuntaskan istirahat panjang kami. Aku mencoba menahan lidahku untuk tidak memaksa mulutku mengeluarkan kalimat2 yg pada akhirnya hanya akan mempertebal cap sebagai wanita yg rewel, aku mencoba berkompromi dengan hatiku sendiri...jiwaku...
Kompromi batin ini amat sengit dan alot rasanya :( Ritme jantungku terpacu keras hingga aku dapat mendengar detaknya dari luar sini tanpa menutup daun telingaku, dan dua sisi keningku seperti mau pecah menahan nyeri yg mendengung2 memusingkan kepalaku... Tuhan, ternyata sangat sulit berkompromi dengan diriku sendiri yah ??? ternyata aku lebih sulit untuk mengendalikan jiwaku dibandingkan mengendalikan lidah, mulut dan ragaku yg kupikir lebih kompleks...
Aaaaaaaargh...kepalaku pening, nyerinya sampai membuatku berpikir kepalaku akan pecah...aku memang berhasil mengunci lidah & mulutku, tapi aku juga memenjarakan jiwa dan kata hatiku yg tak sanggup kuajak berkompromi sore ini...Aku masih tetap belum dapat mengerti, kenapa seolah2 hanya aku saja yg sibuk berkutat dengan hal2 tidak berguna ini *setidaknya ada yg menganggap ini tidak perlu dipikirkan*...

Aduh Teh Mimin, kumaha iyeu teh ? apa aku harus kembali pada polaku yg pertama tapi membuat pihak lain terganggu dan tidak nyaman ? atau harus kulatih lagi cara berkompromi yg lebih tepat dengan jiwaku sendiri ???
Yg pasti sekarang kepalaku lagi jejedutan dan sakit bgt, entah karena kompromi batin yg gagal, entah karena rumus berat badan ideal itu...

1 komentar:

Akang Bawel tea.. 16 May, 2008 15:51  

Awas jantungan Neng, lalaunan aja belajar komprominya atuh :peace:

menurut saya tidak ada yg perlu dibenahi dengan pola menyelesaikan masalah yg selama ini kamu terapkan, sudah tepat dan sesuai buat kamu (setidaknya menurut saya pribadi).

selalu terbuka untuk menyelesaikan setiap masalah sedini mungkin membuat saya tidak perlu takut membuat kesalahan yg tidak saya sadari, setidaknya kalaupun saya tidak sengaja bersikap kurang berkenan saya akan segera tau karena kamu selalu berusaha menyelesaikan masalah sedini mungkin..
it's positive..

tapi seperti yg kamu bilang juga tidak semua berpendapat sama seperti saya kan ;)

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP