Wednesday, November 26, 2008

Curvy Crescent

Pernah aku bermimpi pada suatu masa yang aku tak dapat lagi mengingat di masa manakah mimpi itu menyambangiku.. yang dapat kurekam dengan baik hanya Pangeran, Guru agamaku dan beberapa teman yang hilir mudik entah untuk apa dan apa yang mereka lakukan..
Aku, disana dalam sahajaku menyalami Pangeran itu sesaat setelah guru agamaku memintanya pada akhir tausyah yang kami nikmati sebelumnya.. sudah, itu saja yang dapat kuingat dari tidurku malam itu. Kala terjaga aku hanya seolah mendengar sesuatu dari alam bawah sadarku, "Pria berpeci yang tadi kau salami itu Pangeranmu" lalu aku menganggapnya bunga tidur seperti malam-malam sebelumnya..

Berbulan-bulan...

Aku, di depan laptopku menikmati halaman demi halaman dari tempat bermainku di wahana maya ini..
terhenti di satu halaman dan sedikit tertegun melihat seseorang dalam kumpulan photo pada acara malam sebelumnya, seperti mengenalnya tetapi tidak.. tidak mengenalnya tetapi seperti mengingatnya... ah sudahlah pikirku, mungkin menyerupai seseorang yang pernah kujumpai sebelumnya.. Kulupakan karena tak ada alasan untuk memaksa otakku mengingatnya, tetapi beberapa hari setelahnya siluetnya menggelitik dan bermain-main dalam sel-sel otak seolah memaksaku mengingat... "ini aku... lihat... ini aku... kita pernah bertemu sebelumnya, kau harus ingat... ini aku...." terus - menerus itu berlarian pada rongga diantara sel-sel otakku...
Setelah kebingungan dengan seseorang tak dikenal itu, aku dapat mengingatnya di suatu siang ketika melihatnya berdiri hanya beberapa depa dari tempat dudukku.. Ya Tuhan, batinku... itu Pangeran yang pernah dikenalkan guru agamaku malam itu, dalam mimpiku.. seraya tersenyum aku membatin, apa ini cuma sebuah kemiripan belaka atau memang ada sesuatu dibalik rentetan mimpi itu dan hari ini ? ah pikirku, ini pasti hanya de javu.. seperti yang beberapa kali aku dapati sebelumnya, meski otak warasku terus saja bergumam "yang waktu itu mimpi, benar-benar mimpi !!! bukan de javu atau perasaanmu saja.. itu benar-benar pernah kau mimpikan".. aaaaaaargh.... sudah diamlah maki hati pada sel-sel otakku yang terus saja bereceloteh

Akhir 10.08, senja sesaat sebelum Ashar pada kotak YM

"Apakah kau akan marah bila kau tau aku menyayangimu ?" tersentak dan seketika pikiranku kembali pada mimpi malam itu. Tuhan apakah ini memang Pangeran itu ? mengapa dia datang tanpa kuda yang akan siap membawaku pergi ? mengapa hadirnya dalam bayang-bayang permaisuri yang menghadiahinya dua pewaris tahta kerajaannya ? lalu untuk apa kau kirimkan aku Pangeran seperti ini ? hanya untuk menambah panjang dongeng hidupku ?.... aku tidak mengerti apa maksud-Mu..

dan sampai detik ini

masih dalam perseteruan batin dan logika, mengiyakan dan melawan, menginginkan dan menyakiti... dan akhirnya hanya berserah pada kehendak pemilik dunia, apapun yang KAU kehendaki Ya Rabb.. pasti akan ada akhir dari kisah ini, meski tak pernah tau seperti apa ini akan berakhir dalam skenario terbaik-Nya.

----------------------------------------------------------------------------------------

mendengarnya memanggilku manis, cantik dan sayang yang melenakanku pada penggalan masa ketika kuselidiki dua bola mataku yang terbingkai oleh frame kelopak yang menyerupai bulan sabit.. kesempurnaan yang indah, begitu acapkali dia bergumam.. mungkin dia sedang bermimpi, batinku.. tapi aku merindukan mimpinya, mimpiku dan Pangeran curvy crescent-ku meski harus kutepiskan bayangan orang-orang yang akan tersakiti dalam mimpi panjangku bersama Sang Pangeran....
Selamat malam Pangeran, semoga dapat segera kau temukan istana nyamanmu dan berharap aku menemanimu dalam gaun Permaisuriku ketika kedua jendela hatiku ini akan menjadi milikmu seutuhnya dan kedua lengkungnya akan semakin sempurna menyerupai keindahan bulan sabit..









*untuk seorang sahabat yang sama-sama sedang bermimpi, selamat tidur..

10 komentar:

Laisya 26 November, 2008 22:33  

Teh eci.....
duuuh bahasanya :D
ayooo teh eci...semangat...

Anonymous 26 November, 2008 22:39  

obyeknya bukan aku kan? --parto---

Echi 27 November, 2008 07:46  

@ Laisya : bahasa indonesia kaaaaan ? huehehe..
@ kang Parto : Wooooogh... bukan kamu objeknya, kok jadi kena virus Ge-eR kang ? wakakakkaka... *piss*

Anonymous 27 November, 2008 08:12  

gak usah takut mengakui...aku emang charming :D

Echi 27 November, 2008 08:20  

buseeeeeeet dah, istigfar... istigfar hihhihi..

Anonymous 27 November, 2008 09:19  

Aku tau da sapa orang nyah

:udud: :udud:

Ki joko Pinter Buanget,,he he he

Echi 27 November, 2008 09:33  

Aku juga tau da syapa kamuh

:ngipasan hasep udud batur:

Ki Joko Buleud banget suka sok tau degh kikikikik...

sibaong 27 November, 2008 18:19  

Semoga semua mimpi2mu dapat segera kau rengkuh.........


Nci bahasa nya terlalu puitis.......

Anonymous 28 November, 2008 12:46  

Bener ci, saya oge teu puguh rarasaan macana....

Penantian tiada akhir.....Jangan menyerah.....

Echi 10 February, 2009 08:10  

sibaong : puitis ? mang kumkum na we macana keur melankolis meureunan hihihi...

anonymous : naha teu puguh rarasaan ? GR kah lol

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP