Wednesday, November 26, 2008

Emansipasi dan Suami-Suami Takut Istri

Lagi trend niyh kayaknya issue ini di confrence salah satu komunitas ;)
Dari obrolan-obrolan ringan sampe akhirnya melebar ke diskusi yang lebih serius, topik emansipasi ga pernah ada abisnya buat dibahas. Kenapa ? saya juga ga tau pasti alasannya, tapi mungkin selama kaum wanita masih eksis sebagai penghuni bumi ini maka issue emansipasi akan tetap menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan..
EMANSIPASI.... pikiran kita pasti akan langsung tertuju pada sosok ibu R. A. Kartini sebagai pelopor emansipasi di negeri kita ini.

Pada awalnya emansipasi yang digaungkan oleh wanita Jawa ini adalah sebuah perjuangan untuk memperoleh kesamaan dalam memperoleh hak atas pendidikan dan berkarya sebagai cermin aktualisasi diri bagi kaum wanita yang pada saat itu terpasung oleh belenggu yang turun-temurun memenjarakan kaum wanita dalam sebuah idiom bahwa seorang wanita hanya perlu pandai memasak, merawat diri, meladeni suami dan membesarkan anak-anak untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. Pada masa itu seorang wanita tidak mempunyai hak untuk menikmati pendidikan yang seharusnya akan mencerdaskan mereka dalam memenuhi kriteria keutuhan seorang wanita yang sesungguhnya.

Wanita hebat dari tanah Jawa itu pada akhirnya berhasil mengokohkan tiang emansipasi di negeri tercinta ini, dan kita pada masa ini dapat menikmati perjuangannya tersebut dalam persamaan hak dengan kaum pria dalam segala aspek kehidupan..

Tunggu dulu....
saya melihat banyak kerancuan disana sini... pada saat banyak wanita menuntut haknya disamakan dengan pria mengapa hanya hak saja yg mereka tuntut ? mengapa tidak juga kewajiban mereka mau disamaratakan ? jawabannya pasti : wanita kan lemah, jadi yah yang kuat yang lebih banyak menanggung lah..... huwaaaaaaah piye iki ? curang itu namanya, pengen enaknya sendiri doang !!!

suatu ketika seorang teman ngedumel karena sepanjang perjalanannya dari Kampung Melayu - Mangga Dua dengan menumpang busway dia terpaksa berdiri yang membuat kakinya pegal & kesemutan, padahal katanya didepannya persis seorang pria muda gagah sehat duduk dengan nyamannya sambil asyik mendengarkan ipod dan membaca sebuah buku.. "huh, dasar bencong.. masa dia cuek bgt liat aku berdiri selama itu padahal aku udah ngomong kenceng-kenceng biar dia denger kalo kakiku kesemutan..." temenku itu nyerocos memaki pemuda yg tidak memberinya kursi di busway tadi..... hahahhaha saya langsung tertawa saat itu, lalu dengan semangat 45 saya mengingatkannya akan semangat emansipasi yang selalu diagung-agungkannya.. dan dia akhirnya terdiam sambil tetap merengutkan mukanya... itu cuma salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang rancu menuurut saya, kalo mau emansipasi total yah mbok ga perlu merengek hanya karena terpaksa berdiri dan seorang laki-laki ga mau memberikan kursinya... kan persamaan hak :D

ada satu lagi yang membuat mulut saya gatel berkomentar, itu loh sitkom Suami-Suami Takut Istri yang lagi kenceng bgt rattingnya itu.. saya pikir mesti dikaji ulang itu penayangannya, bukan apa-apa...akhir-akhir ini saya yakin kalau diadakan survey mengenai jumlah ISTI alias Ikatan Suami Takut Istri, maka akan terjadi peningkatan yang sangat signifikan akibat sitkom tersebut.. ga ada contohnya aja banyak wanita menjadikan kedok EMANSIPASI untuk menyamaratakan bahkan meninggikan peranannya dalam kehidupan berumah tangga, apalagi dikasih contoh visual seperti sitkom suami-suami takut istri itu... saya yakin semakin banyak kaum wanita yang beranggapan bahwa memperlakukan suaminya dengan cara seperti itu adalah hal yang wajar dan memang seharusnya untuk menguasai para suami dan berharap mereka tidak akan lari ke "rumah" lain...

Wake up para isri.... bukan seperti itu cara yang benar mengimplementasikan EMANSIPASI dalam kehidupan berumah tangga, bukan seperti istri-istri dalam sitkom SUAMI-SUAMI TAKUT ISTRI itu juga cara untuk memperlakukan dan menjaga para suami untuk tidak lari ke "rumah" lain.. bukan emansipasi yang diperlukan untuk semua itu, tapi keyakinan dan ketaatan dalam melaksanakan apa yang sudah Allah gariskan aturannya bagaimana kita harus bersikap dan bertanggungjawab sebagai seorang istri dan hak-hak yang dapat kita peroleh dari suami-suami shaleh kita... tidak dengan menjewernya, bukan dengan memakinya dan salah apabila dengan memaksanya menuruti perintah & keinginan kita !!! mereka IMAM kita, PEMIMPIN hidup kita menuju surga yang dijanjikan allah bagi setiap wanita yang dapat menjadi istri yang shaleh sesuai syariat yang sudah ditetapkan_NYA. Bagaimana mungkin kita memerintah pemimpin kita ? bagaimana mungkin pula kita memaki imam kita untuk sesuatu yang tidak berkenan di hati kita dan dosa besar bila kita berusaha untuk menjadikannya budak ketakutan kita akan hal-hal yang belum tentu akan dilakukannya bila kita menjadikannya IMAM yang sesungguhnya dalam rumah kita.. tidak perlu takut mereka akan lari ke rumah lain jika di rumahnya sendiri para suami menemukan ketenangan, menikmati kenyamanan bahkan memiliki bidadari seshaleh anda di rumahnya....

Jadi buat apa ikut-ikutan trend menjadikan suami kita seperti Karyo, Pak RT, Dadang, Tagor atau Uda Faisal ? apalagi dengan mengatasnamakan EMANSIPASI sebagai pembenarannya.... Wow, mending ga kalo aku siyh heheheheh.....istigfar wanita.... istigfar *piss*

14 komentar:

Cantel 26 November, 2008 14:47  

Duh..kasian yah para ISTI ini...kok bisa yah...ck ck ck

Bitah 26 November, 2008 14:53  

heuheu... aya nu kasindir tuuuuh... nu komen pertamax...
*75rebu

Echi 26 November, 2008 14:59  

sekali lagi mohoooooooooooon maaf sebesar-besaranya jika ada tulisan saya yang tidak berkenan di hati para sahabat yang membacanya..
apa yang saya tulis, hanya pendapat saya pribadi dan tidak bermaksud mendiskreditkan pihak manapun atau siapapun.. ini murni keinginan saya pribadi untuk mengangkat topik-topik yang menggelitik naluri menulis saya yang sudah addict =)

Echi 26 November, 2008 15:02  

@ bitah : hush... jangan fitnah kamu ;)
@ kang cantel : iyah yah... kok bisa yah ??? hmmm... tapi mengutip perkataan bang napi "kejahatan bukan saja karena niat pelakunya tetapi karena adanya kesempatan " huehehehhe piss kaka ;*

Nafis 26 November, 2008 15:03  

saya pengen komen..tapi nanti malah jadi panjang...mendingan bikin penjelasan pendapat di blog sendiri aja lah....

nantikan kehadirannyaaaa.....

Echi 26 November, 2008 15:07  

setuju pak Nafis, nanti tulisannya tinggal di link kesini biar sekalian jadi pelengkap OK pak ? jadi ada dua opini dari sudut pandang wanita dan pria dalam topik yang sama =)

Nafis 26 November, 2008 15:48  

beres lah...mudah2an minggu ieu kelar...

Anonymous 26 November, 2008 16:01  

Tulisan yang bagus

Echi 26 November, 2008 16:32  

ih kamu kok nyumput siyh ngomongnya An... hihihi....

Erik 26 November, 2008 16:33  

Memang, tayangan suami suami takut istri itu gak mendidik. Apa tayangan itu memang sengaja untuk mengubah opini masyarakat? sehingga akhirnya menjadi suatu nilai dan norma yg dianut sebagian masyarakat kita?

Saya setuju dengan teh Eci mengenai konsep emansipasi tsb. Rasulullah SAW sendiri telah mengajarkan kepada kita bagaimana posisi, tanggung jawab, hak dan kewajiban suami istri dalam suatu rumah tangga.

Echi 26 November, 2008 17:43  

sip bang Erik, nanti kalo perlu kita bikin forum suami-suami berani didik istri hehehe... jadi inget salah seorang sahabat yg mengingatkan saya pada sebuah hadist yang menyebutkan fenomena suami-suami takut istri ini sbg salah satu pertanda kiamat sudah dekat.... ngeri saya ngebayanginnya, semua serba terbalik... yang bener itu kan istri takut suami yah =)

Cebong Ipiet 26 November, 2008 17:51  

sebenernya udah diatur pan masing masing hak dan kewajiban
hehehehhehe setuju ama echi
kalo misal menuntut hak , tuntut juga kewajiban, misal suruh bawa barang yg bwerat yg biasanya cowok yg msti bawa
kekekekke
heran uda dienakin minta yg g enak, cuman krn biar di pandang setara

Cebong Ipiet 26 November, 2008 17:53  

apalagi feminisme .... parrraaaaaaah
sampe sampe ada yg bilang g perlu laki laki buat punya anak kan bisa adopsi
blaik dudulz banget
lah emang asal muasal anak itu ga dari hubungan laki laki dan perempuan meskipun itu bukan dirinya
such a stupid statement

Echi 27 November, 2008 08:06  

@ cebonk... iyo bonk aku baru nyadar statement itu rancu, mereka *kaum feminisme* lupa kali yah kalo anak yang diadopsi itu pake laki2 buatnya hihihi... mo kliatan jagoan tapi kok jadi kliatan bodohnya *piss*
yg masih buat aku bingung, kenapa yah kaumku itu doyannya nyusah2in diri sendiri ? udah disuruh enak sama Allah kok milih repot hehe..

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP