Thursday, January 22, 2009

Menangis dan diam

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan amarah, dan setiap orang berhak memilih cara yang terbaik buat dirinya sendiri.. begitu juga aku..
diantara sekian banyak cara untuk menuntaskan amarah, aku lebih sering menyelesaikannya dalam tangisan untuk kemudian terdiam.. lama... bahkan mungkin bisa amat sangat lama ketika amarah itu tak juga mau pergi...

Sering beberapa sparing partnerku dalam menyelesaikan amarah pada celotehan setelahnya mengakui, bahwa marah dalam diamku membuat mereka jengah.. membawa mereka pada suatu ruang dimana tidak ada satu pintu pun yang dapat membawa mereka padaku.. karena aku memang memilih tidak menyampaikan marahku dengan makian yang kupikir cuma akan membahagiakan amarah dan antek-anteknya...

Aku, biasanya setelah sesekali menyampaikan ketidakberkenananku akan merasai sejauh mana ketidakberkenananku tersebut dimaknai.. jika memang tidak juga dapat memberiku sebuah kenyamanan, maka tentu amarah akan menguasaiku.. aku tidak perlu lagi banyak berkata-kata apalagi memaki untuk menyampaikan amarahku, karena bagiku tak akan juga menuntaskan marahku dengan itu.. dan aku hanya akan sesegukan menghabiskan kekecewaan, kemudian menuntaskan sisanya dalam diamku.. yah.. mungkin cara yg aku pilih sedikit aneh, tapi itulah aku.. dalam diam biasanya kutemui kedahagaan yang berujung, dalam diam aku dekap ucap maaf..

Tidak hanya menyelesaikan marahku pada sesuatu diluarku, tapi juga marah pada diriku sendiri.. aku akan diam, hanya untuk membiarkan marahku habis dan berharap dapat kumaafkan kesalahanku sendiri...



-dalam diamku malam ini-

5 komentar:

Cebong Ipiet 28 January, 2009 21:26  

saya juga lebih memilih diam

Echi 28 January, 2009 21:36  

*tos pit hehehe...

Sabitah 29 January, 2009 10:39  

kebanyakan cewe emang lebih suka mengekspresikan marah dengan diam, katanya itu yg bikin cowo prustasi heuu..

teh eci marah sama siapaaa?
bitah mah ga salah daa...

Anonymous 29 January, 2009 16:48  

bentul itu neng, di telinga saya selalu terngiang nasihat bunda saya (semoga Allah merahmatinya) bahwa tatkala kamu marah, diamlah, karena satu kata yang terucap dikala kita marah itu akan memicu dan memacu sejuta kata lainnya yang bisa jadi akan terucap diluar kontrol hati kita, kalo masih membuncah marah kita, siramlah dengan air wudhu, insya Allah niscaya api marah yang membakar hati dan pikiran kita seketika akan padam. cepat istigfar dan minta maaf kepada siapa kita marah.

salam dari saya
arhan72 tea

sibaong 02 February, 2009 16:48  

tapi jangan selalu diam...............karena kalo selalu diam...........jadi panyakit

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP