Thursday, April 17, 2008

SALUT Neng...

Udah bukan hal aneh lagi kan kalo kebanyakan perempuan sekarang ini lebih memilih buat menikah dengan lelaki yang mapan, lelaki dengan kecukupan materi berlebih ?! bagaimanapun bentuknya, seperti apapun cara mendapatkannya bahkan dengan apapun mereka mendapatkannya...
Yups, saya sebagai perempuan *juga* amat sangat tau dan mengerti bagaimana hal ini pada akhirnya menjadi sebuah paradigma baru dalam memilih pasangan hidup. Semuanya sudah dilatih sejak kami *para perempuan* masih sangat kecil dan bahkan belum mengerti sama sekali apa arti sebuah KEMAPANAN.. 
Orang tua kami, terutama ibu2 kami sering sekali mengingatkan kami akan hal itu, dengan berbagai cara...
Diselipkan dalam dongeng2nya ketika menghantar kami tidur, diucapkannya sebagai nasihat jika kelak kami dewasa, diingatkannya ketika kami bertanya ttg banyak hal dalam kehidupan dan bahkan dipintakannya dalam do'a2 panjang mereka pada Tuhan kami...
Ketika kami beranjak remaja dan mulai tertarik pada lawan jenis, lagi2 ibu-ibu kami akan setia untuk selalu mengingatkan kami akan kewajiban kami mencari kekasih dari keluarga yg berkecukupan hingga orang tua kami tidak perlu khawatir  kami akan diterlantarkan jika kelak kami benar-benar berjodoh (padahal boro2 mikir sejauh itu, masa2 ini percintaan hanya merupakan warna/i hidup bagi remaja seperti kami kala itu)...
Ketika kami benar2 sudah berada pada masa untuk mencari teman hidup yg akan menemani kami sehidup semati, orang tua kami akan semakin mengencangkan suaranya untuk mengingatkan kami akan pentingnya materi dari sekedar cinta dan kasih sayang yg tulus...bahkan mereka tidak segan untuk menghentikan langkah kami jika mereka menganggap teman hidup yg kami pilih adalah salah menurut pedoman kemapanan T_T
Dari sekian banyak kisah yg aku temui, ada sebagian yg akhirnya 
memilih menentang 
kehendak mulia orang tua kami meski harus menyakiti mereka.
Tapi, tidak sedikit yg akhirnya menuruti kehendak orang tua kami itu =)

Apapun pilihan yg kami ambil, semuanya adalah benar karena hanya kami yg tau & mengerti apa yg kami butuhkan & inginkan buat hidup kami... Tapi, dari sekian banyak pilihan yg bisa kami ambil, ada beberapa yg membuat saya mengacungkan dua ibu jari saya untuk mengakui keberanian mereka dalam memilih cara itu...

Pertama, untuk perempuan-perempuan yg memilih menikah dengan lelaki yg berasal dari keluarga kaya-raya, terhormat dan terpandang..meski kadang bentuk dan rupa mereka tak jelas lagi bentuk normalnya *maaf*...walopun *katanya* mereka menikah karena cinta, aku yakin sedikit banyak pundi-pundi kekayaan mereka yg akhirnya menguatkan cinta itu..hehe..

kemudian perempuan-perempuan yang memilih menikahi lelaki yg sudah beristri meski suami orang itu masih terhitung gagah dan indah dalam standar kenormalan, aplg dibumbui kemapanan mereka yg pada akhirnya membuat mereka tampak jauh lebih gagah & indah =p
Untuk perempuan-perempuan ini, aku acungkan jempolku untuk keberanian mereka menjadi bayang2 pahit dalam kehidupan perempuan lainnya..
Juga buat keberanian mereka menjadi benalu dalam kehidupan perempuan lain yg pada akhirnya akan menempatkan mereka sebagai musuh bagi kaumnya sendiri..
Bagaimanapun, kalian perempuan yg punya mental kuat untuk menjalani hidup kalian sebagai public enemy *asal jgn sibuk menuntut hak ajah ketika lelaki-lelaki mapan kalian itu kelak meninggalkan kalian jg untuk perempuan lain yg lebih indah , karena bagaimanapun juga mereka adalah para lelaki2 pemburu keindahan
Janji yah ;)

Yg terakhir, para perempuan yg memilih menjadi simpanan saja hingga beban moral mereka agak sedikit lebih ringan dibandingkan jika harus menjadi istri sah yg kesannya ingin memperoleh pengakuan dan kemapanan lebih legal..
Buat para simpanan ini, lebih baik banyak menghasilkan meskipun tak diakui 
daripada diakui dan mendapatkan jumlah yg sama tetapi harus juga menanggung amarah perempuan pemilik sah kemapanan itu hahaha... kalian lebih cerdik kawan, sedikit bertanggung jawab, mendapat hasil yg sama banyak ;D

Well.. apapun pilihan yg kami ambil semuanya menuntut konsekuensi yg seimbang..
Maka dari itu, untuk perempuan-perempuan yg berani memilih cara yang akan memasukkan mereka dalam pergumulan batin yg hebat dan bahkan menjadi musuh & sampah masyarakat.. aku acungkan jempolku buat kalian... karena aku tau bagaimana sulitnya kalian menjalankan itu.

[soalnya aku udah sering belajar yg paling rendah resikonya (asal beunghar, bae gorpat oge) tapi ga pernah bisa berhasil *atuh da udah seu'eul duluan can nanaon oge xixixi...* apalagi yg sanggup jadi simpenan dari aki-aki yang walopun hartanya unlimited, tapi anggeur weh da ari aki-aki mah kitu patut kan ?! wkwkwkwk...]

TOP...TOP....TOP....SALUT  LAH NENG... *peace*
 

2 komentar:

dhie 22 April, 2008 17:20  

jadi? kalo kamu berdasarkan apa dong memutuskannya :)

DeASi 22 April, 2008 19:00  

hati nurani....

(berat gini yah jawabannya, asa ga meyakinkan ;p)

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP