Wednesday, November 26, 2008

Poligami VS Peselingkuh

Maaf kalo pagi ini saya menulis dengan materi pembahasan yang sedikit berat walaupun mungkin bukan wewenang saya untuk membahasnya sejauh yang akan dipaparkan, jadi mohon maaf apabila akan ada banyak pemaparan yang mungkin kurang berkenan dan salah..

Saya tergelitik untuk mengangkat tema yang sedikit "mengerikan" ini setelah mengunjungi blog beberapa sahabat-sahabat di wahana maya ini. Ada banyak halaman yang mengangkat tema pernikahan, perceraian dan poligami.. beberapa diantaranya bahkan menyeret ketiga elemen tersebut dalam satu pembahasan yang menjadi sangat mengerikan untuk dikonsumsi oleh publik hehehe...

Belakangan ini, topik poligami sering sekali menjadi topik hangat apalagi bila berkaitan dengan seorang public figure. Seringkali POLIGAMI menjadi bulan-bulanan karena dianggap sebagai sumber masalah pada keretakan sebuah PERNIKAHAN yang seringkali mengakibatkan PERCERAIAN. Mari kita coba telaah dengan mengesampingkan sisi emosional kita.. menurut saya bukan poligami esensi dasar dari keretakan rumah tangga tersebut hingga perceraiann menjadi pilihan pada akhirnya, mari kita belajar memisahkan esensi POLIGAMI dan PERSELINGKUHAN.

Apa yang dikenali sekarang ini sebagai POLIGAMI seringkali sebenarnya tidak lebih dari PERSELINGKUHAN yang ketika terbongkar oleh publik maka diakui sebagai sebuah niatan beribadah dengan kedok POLIGAMI... Wow, amazing sekali saya mendapati beberapa tragedi seperti itu... miris hati saya ketika apa yg Rasul saya ajarkan untuk kebaikan pada akhirnya dijadikan dasar bagi para PESELINGKUH..

Jelas sekali bahwa poligami itu didasari dari niatan untuk sebuah kebajikan, mulai dari pemilihan wanita yang akan dinikahi hingga proses pelaksanaan poligami itu sendiri yang memiliki banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu hal mendasar yang menunjukan perbedaan poligami dan perselingkuhan pada pasangan yang sudah menikah adalah ijin seorang istri, apakah para PESELINGKUH itu meminta ijin sebelumnya pada istri mereka untuk menikahi wanita lain ? apakah mereka menikahi wanita lain itu setelah mendapat ijin dari istri mereka ? tentu saja jawabannya TIDAK !!! jangankan meminta ijin dari istri mereka, dasar alasan mereka untuk menikah lagi pun selalu bukan alasan-alasan yang diperbolehkan dalam persyaratan melakukan POLIGAMI. alasan utama para peselingkuh itu menikah lagi 90% karena desakan kebutuhan biologis yang tidak dapat lagi terpenuhi dari istri-istri mereka di rumah. Bukan selalu karena istri-istri mereka tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan biologis para peselingkuh ini, tapi seringkali karena para peselingkuh ini masih mencari kepuasan biologis dari sesosok makhluk yang tidak pernah tua.

Ayolah bertindak secara rasional tuan-tuan yang terhormat, bagaimana mungkin istri-istri kalian akan selalu berwujud seperti ketika hari pernikahan kalian belasan bahkan puluhan tahun yang lalu ? sedangkan perut-perut kalian saja sudah membuncit sedemikian rupa, bahkan bau badan kalian saja sudah menyerupai ayah dan kakek istri-istri kalian... berdirilah pada hadapan sebuah cermin dan nikmati perbuatan sang waktu pada ragamu, sudah ? tersadarkah kalian bahwa bukan hanya istri-istrimu saja yang menjadi tua dan tak lagi seindah ketika kalian pertama menikmatinya ? kalian juga sudah menjadi lelaki tua, sama seperti istri-istrimu.. maka berhentilah menjadikan istri kalian alasan dari desakan otak kalian untuk mencari kepuasan duniawi dari keindahan yang tidak halal, sedangkan di kamar kalian masih terhidangkan keindahan yang halal meski tidak lagi bisa seindah puluhan thn yang lalu.. sama seperti kalian yang juga tidak lagi seindah ketika pertama kali istri-istri kalian mengagumi kalian..

Kalaupun memang poligami itu harus dilaksanakan, belajarlah untuk melakukannya dengan cara yang benar dalam jalur yang memang seharusnya hingga tidak perlu ajaran kebajikan itu menjadi sebuah olok-olok dari apa yang kalian lakukan.

Apabila poligami itu dilakukan dengan cara yang benar, saya optimis itu akan menjadi pahala bagi setiap elemen yang terlibat meski mungkin masih akan tetap menyisakan luka pada beberapa bagiannya karena kita sebagai manusia tidak akan memiliki kesempurnaan. Tetapi setidaknya segala sesuatu yang dijalankan dengan niat Lillahita'ala akan mendapatkan ganjaran pahala yang setimpal. Amin..
Sekali lagi saya mohon maaf apabila tulisan ini mungkin kurang berkenan atau bahkan suatu pemikiran yang salah dari saya, tidak ada maksud lain dari menulis ini selain mengeluarkan uneg-uneg saya terhadap pengingkaran esensi POLIGAMI oleh segelintir PESELINGKUH.

0 komentar:

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP