Tuesday, February 10, 2009

Apakah cinta akan usai ?

Lagi-lagi tentang cinta.. memang tidak pernah ada habisnya berbicara tentang cinta..

Seorang teman bertanya pada saya beberapa hari yang lalu, "Apakah dia benar-benar bisa tidak mencintai saya lagi ?" dia menanyakan kadar cinta tunangannya yg katanya sudah habis.. *fyuh* saya terdiam.. bukan tidak ingin menjawab, tapi karena saya memang benar-benar tidak tau harus menjawab apa atas pertanyaannya tersebut.

Tayangan infotaiment memperlihatkan bagaimana istri Gugun gondrong tanpa henti menemani sang suami meski tidak lagi segagah ketika mereka menikah.. apakah karena waktu belum lagi menghabiskan persediaan cinta mereka ? atau memang sedemikian kuatnya cinta yang mereka punya hingga tak ada yg dapat melunturkannya ?

Lalu saya teringat pada seorang sahabat yang kehabisan cinta karena ibu anak-anaknya itu tidak lagi dapat menyamankannya. Apakah benar-benar habis atau hanya tenggelam di balik kekecewaan yang bertumpuk bertahun-tahun lamanya ? entah.. saya juga tidak tau pasti..

Dan pagi ini saya merenung.. berpikir dengan cara saya ttg cara cinta bisa habis.. dan dari cara saya (pernah) kehabisan cinta saya menemukan cara saya kehabisan cinta...

Ibarat tanaman, cinta perlu dirawat untuk bisa tetap hidup dengan indah, tumbuh dan berbunga indah.. tau kan apa jadinya bila tanaman didiamkan tumbuh begitu saja tanpa disirami, dirawat, diberi pupuk.. akan tumbuh semaunya tanpa terkendali dengan ranting-ranting yg tumbuh tanpa aturan.. daun-daunnya juga bukan daun-daun yang hijau menenangkan mata yg melihatnya, kering kecoklatan disana-sini.. dan jgn terlalu banyak berharap tanaman itu akan berbuah, karena berbunga saja sudah sebuah keberuntungan..

Begitu juga cinta saya rasa... harus dijaga, dirawat, disirami... karena jika dibiarkan begitu saja cinta akan tumbuh tanpa terkendali, dengan ranting-ranting yg liar dengan daun-daun yang kering lalu kemudian perlahan bisa saja mati tanpa dapat diselamatkan karena sudah terlambat dan tanpa perlu penjelasan kenapa atau karena apa.. mungkin semestinya kita senantiasa menyirami tanaman cinta kita dengan cinta yg baru setiap saat, memberinya pupuk kenyamanan setiap kali pula dan merawatnya penuh kasih hingga berbunga bahkan berbuah seperti yg kita harapkan.. bila sudah kita merawatnya sedemikian dan cinta tetap habis, saya tidak tau lagi bagaimana caranya cinta itu pergi..

13 komentar:

Bitah 10 February, 2009 11:49  

pertamax deui teh... ;))

ke nya komen na di aos heula :p

Echi 10 February, 2009 11:52  

hayah angger eta neng bitbit ;))

Lies 10 February, 2009 13:35  

hiks...hiks...hiks...bagaimana jika mau melupakan??? bgmn caranya???? huaaaaaaaaa..........

aR_eRos 10 February, 2009 15:20  

kaya'e ada yang polinglop nie hehe
yang jelas bukan sama sayah *hayyah*

zener_lie 10 February, 2009 15:32  

cinta apa yang akan habis?

Anonymous 10 February, 2009 15:51  

Cinta samakah dengan sayang.....bingung..nyak...
cenah mun bogoh mah alias cinta bakal luntur tapi sayang alias nyaah mah moal luntur....kajeun peot, kajeun goreng patut....pupuklah cinta dengan sayang dan keiklasan...agar tidak mudah hilang dan pergi.......

Erik 10 February, 2009 16:38  

Iya Chi, cinta mesti dirawat, dipelihara dan dipupuk dengan cara yang baik.

Saat memilih pasangan hidup banyak alasan seseorang memilihnya. Motivasi terbaik adalah karena dia memilihnya karena akhlaknya yg baik.

"Cintailah dia karena Allah"
"Jadikan dia sebagai sarana tuk menggapai cinta-Nya"

sibaong 10 February, 2009 22:56  

asa apal.................

Senoaji 11 February, 2009 08:48  

cinta punya bahasa tuturnya sendiri entah untuk menghakimi ataupun sekedar melirik kelamin masing2. dan bukankah cinta itu independen. hak paling hakiki dari setiap orang yang masih merasa punya perasaan. namun akan lebih bijak jika cinta perlu di workshop tentang sopansantun bercinta. dan jelas soal fungsi2nya. salam cinta

Echi 11 February, 2009 12:38  

Lies : caranya melupakan ? jangan dilupakan :) makin dilupakan makin kainget-inget

Eros : sotoy brotoy ahk..

Zener ; mbuh... emang cinta bs abis ? makanan po ? :p

bang erik : SETUJU !!!

sibaong : apal weeeeeee sagala-gala teh.. dukun sugan :p

senoaji : yups... makasih komentarnya buat aku ngangguk-ngangguk :)

Anonymous 11 February, 2009 14:31  

Cinta itu jgn spt NOBITA yg gampang nangis & putus asa,
jgn spt GIANT yg penuh emosi,
jgn spt SHIZUKA yg lemah,
jgn spt SUNEO yg sombong,
tp cinta itu spt DORAEMON yg penuh keajaiban

BitBit 13 February, 2009 11:35  

betuuul.. cinta itu jangan seperti NOBITA yang gampang nangis dan putus asa..
tapi harus seperti SABITA.. indaah untuk di bayangkan :p

hadie 20 February, 2009 13:55  

walah pada main bercinta yah.... tiasa ngiringan ateuh?? sayah mah teu apal cinta teh naun da.. ;))

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP