Friday, February 6, 2009

Penggalan CerPen

AKU YANG SALAH...
Seharusnya tidak ku mulai sedari awal ketika kuncup ini mulai membuncah dari sela-sela dedaunan kering itu... tapi bagaimana bisa aku membiarkan keindahan itu terlewati begitu saja ? mengingkari anugerah yang Tuhan kirimkan buatku ujar seorang sahabat bila aku membiarkan kuncup itu tanpa mekar... pasti membingungkan kan ?

Semuanya berawal ketika kubiarkan hidupku berlabuh pada sebuah dermaga yag salah, bukan salahku hanya saja sistem navigasi kapal salah memberikan arah yg harus kutempuh dan aku terdampar di sini.. di dermaga kerontang tak bertuan meski kulihat sang tuan terkapar di sudut sana.. lalu aku yg menyangka itu memang dermaga yg hrs kusinggahi, menghampiri sang tuan yg terkapar dan menanyainya..

"Apa gerangan yang membuatmu tak berdaya hai Tuan ?" sapaku..

"Aku kesakitan.. aku kehausan.. aku ketakutan.. aku kedinginan dan aku kehilangan diriku" jawabnya

"Apa yg bisa kulakukan untuk menolongmu Tuan ?" ujarku lagi

"Diamlah disini, di dermagaku.. obati aku, sudahi dahagaku, temani aku agar ku tenang, peluk aku agar ku aman" pintanya

"Aku ? bagaimana aku melakukannya ? sedangkan aku kehausan, sedangkan aku kebingungan, sedangkan aku sendirian dan bajuku juga hanya sehelai saja tak akan sanggup menghangatkanmu" aku kebingungan untuk menolongnya.

"Kau mampu melakukannya hanya dengan terus memandangiku" ujarnya lagi

Memangnya aku pesulap atau pesihir ? pikirku... dan setelahnya aku terjebak dengan terus menatapnya hingga beberapa saat setelahnya ada yg mengejutkanku.. ah alat navigasiku memberikan sinyal lain, aku terjerembab.. bangkit.. tapi hanya beberapa langkah saja dan kemudian berbalik, menatapnya, mengulurkan tanganku dan menyeretnya ke dalam rengkuhanku... untuk menghangatkanya pikirku... agar menenangkannya maksudku... ingin memberinya minum dari botol minumku... dan supaya kuhangatkan kedinginannya dengan mantel wool di dalam kapalku..

Tertatih sang tuan mengejarku ketika kulepaskan genggaman tanganku kala kusadari tidak seharusnya aku menyeretnya dalam kesakitannya.. dan kini tak dapat lagi kuhentikan kejarannya, tak sanggup lagi kuberhentikan kehendaknya.. karena sang tuan terus saja berlari meski tertatih... terjatuh.... dan bangkit lagi...

"sudahlah Tuan... berhenti berlari... istirahatkan letihmu...." pintaku

"kau lah istirahatku... engkau lah peraduan itu" sang tuan menyentakanku

"aku ? bagaimana mungkin ? sedangkan keberadaanku disini pun hanya karena navigasi kapalku rusak" aku terbahak

"itu bukan kerusakan.. itu tanda yg aku kirimkan sesaat kau tiba.. untuk menolongku" belanya

dan kini dalam gamang kubiarkan sang tuan berlari mengejarku meski tidak lagi tertatih karena kekuatannya sudah sedikit pulih tapi lalu aku berteriak INI SALAHKU !!! membiarkannya mengirimkan sinyal yang mengganggu alat navigasiku... INI SALAHKU...






*dah ah cape ngarang dongengnya, tar ajah kalo mood dilanjutin lagi yah :p

10 komentar:

bitah 06 February, 2009 19:10  

ga ada yang salah teh... jangan menyalahkan diri sendiri atas keadaan yang tidak mendukung..

Erik 06 February, 2009 20:41  

Wah Echi, saya gak ngerti penggalan ini, mengapa Echi merasa bersalah..

Smoga semuanya baik kembali ya

zener_lie 06 February, 2009 20:44  

aku yang salah
jadi maafkan diriku yang hina ini
aku akan memperbaiki
dan menjadi lebih baik
agar aku tidak menyakiti kamu lagi

apa sihhh.......
begini nih kalo lagi ingin berpuisi tapi nda ada ide :)

Echi 06 February, 2009 21:09  

wacks.... maapkeun yah teman2kuh... itu barusan baru ngetik seuprit aku diajakin pergi makan sama mamah, lg siap2 pergi anakku nge-enter yg baru seuprit itu hahahahaha.... jadinya buat kalian kebingungan deh xixixixi.... maapkeeeeeeeeeeeun yah *piss*

riosisemut 07 February, 2009 08:53  

Echi gak salah koq...
Semut yg salah, udah ninggalin Echi dan lalu menikah dng gadis pilihan Ibu.
Maafin aq...
Aq cuma pngn ngliat Ibuku bahagia, itu aja.

KABASARAN 07 February, 2009 09:29  

ngak ada yang salah echi .. semua itu tarian semesta ... biarkan telinga hatimu menangkap indahnya musik semesta ... biarkan kompas kapalmu menerima sinyalnya ... alam akan menuntun kamu ... semesta akan membukakan jendelanya ......... waktu akan menjadi saksi ..kemana kapal itu akan kau labuhkan.

Laisya 08 February, 2009 15:03  

Teh meni asa sararedih, komo dengan kaayaan lies siga ayeuna, maca ieu tambih sedih sajah :(( huaaaaaaaaaa..............

sibaong 09 February, 2009 09:40  

asa apal carita ieu.........

*ayeuna mah tong naranya deui nyak, pliiiiiiiis

Echi 09 February, 2009 21:50  

semut : kumat kaw :p

kabasaran : yups tarian semesta yg membingungkan.. seperti tersesat padahal tidak... seperti salah tetapi benar..

Laisya : Lies, tong sedih atuh da cuman cerpen ;)

sibaong : Mang kumiiiiiis maksud loooooooo ???

G 10 February, 2009 17:31  

Bagus loh... Kapan dilanjutkannya?

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP