Wednesday, April 15, 2009

Pulang

Sepekan sejak keluar dari pintu rumah pagi itu..

Aku terduduk pada kursi no 12A.
Pemandangan gelap di balik kaca oval itu menyisakan kesedihan, entah untuk apa atau siapa aku tidak mengerti.

Jika biasanya sepanjang perjalanan aku akan menggadaikan waktu ku dengan tertidur, tidak kali ini. Mataku terus terjaga sepanjang perjalanan pulang kali ini, ada kegelisahan yg aku sendiri ga tau apa itu hanya deru mesin pesawat yg seolah ikut menyanyikan lagu kegelisahan ku.

Ku pejamkan mata, sesaat.. lalu terjaga lagi karena dalam pejam ku hanya kelebatan mu memenuhinya.
Ku lepaskan tatap ku pada gelap di balik kaca oval itu, disana juga hanya ada ribuan huruf yang mengingatkan aku pada kita.
Lalu aku mencoba menenggelamkan mata pada barisan huruf pada buku yang ku bawa, namun disana juga hanya membuat ku mengingat mu.

Akhirnya, ku kemasi gelisah ku dengan memohon pertolongan-MU ya Rabb..
Ku tatap gelap-Mu dibalik kaca oval itu, ku panggil kekuatan-MU untuk menenangkan ku

Rabb.. jika memang gelisah ini karena ketidakikhlasan ku, ampuni aku.. maafkan aku..
Aku ingin mengikhlaskannya setidaknya untuk ketenangan diriku sendiri. Bawalah gelisah ku pergi, hempaskan gelisah ku jauh dan kembalikan aku pada damai ku.. Dalam diam dan hening ku tolong aku untuk pulang Rabb, bukan saja pulang pada rumah ku tetapi pulang pada damai ku..

Lalu sisa perjalanan itu masih ku lalui dalam terjaga, dan pada kegelapan di balik kaca oval itu aku merasakan kehadiran-MU... dalam gelap-MU.. pada malam-MU..

5 komentar:

BitBit 15 April, 2009 13:16  

don't be sad.. jangan biarkan kesedihan menghalangi kebahagaian yang akan datang pada kita..

cheers.. muah.. muah..

Laisya 15 April, 2009 14:54  

Hmmm...kapiheulaan bitah euy ... :D

iya Teh, itu juga nasihat Bitah buat Lies. Tapi ayeuna Lies bener2 geus teu peduli ... I want to be free hehehe...

sibaong 15 April, 2009 18:09  

wilujeng.........tos dugi deui di bumi.............

kin urg tepang deui............

aR_eRos 15 April, 2009 22:09  

ada apakah gerangan nan jauh disana?
sedang bersedih kah kiranya?

astrid savitri 16 April, 2009 09:46  

Uh, suka banget kisahnya..
menggambarkan kegelisahan, namun gak cengeng..sebaliknya indah banget penggambarannya :)

Post a Comment

Mangga kalo mau komentar 'ndak perlu bimbang atau ragu.. saya 'ndak akan marah apalagi ngambek kok kalo komentarnya bikin ngamuk sekalipun hehehe..
silahkeun..

dongeng hidup Blog re-Design by Cebong Ipiet © 2008|Support by Mobil Keluarga Terbaik Indonesia

Back to TOP